
Ringkasan Berita:
- Prediksi dari profesor komunikasi politik terkait kasus ijazah Jokowi disetujui oleh profesor hukum tata negara, Mahfud MD.
- Profesor tersebut adalah Effendi Gazali, seorang yang dikenal sebagai Pakar Komunikasi Politik.
- Prediksinya yang membuat Mahfud MD setuju yakni kasus ijazah Jokowi baru akan selesai pada akhir tahun 2035.
nurulamin.proPrediksi dari seorang profesor komunikasi politik terkait dengan kasus ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo disetujui oleh profesor hukum tata negara, Mahfud MD.
Prediksi dari profesor komunikasi politik yang disetujui oleh Mahfud MD tersebut adalah kasus ijazah Jokowi baru akan selesai pada akhir tahun 2035.
Profesor komunikasi politik tersebut ialah Effendi Gazali, seorang yang dikenal sebagai Pakar Komunikasi Politik yang memiliki rekam jejak di dalam kariernya.
Effendi mengaku pernah berdiskusi dengan Mahfud MD di dalam sebuah stasiun televisi.
"Saya pernah diskusi dengan tokoh yang menurut saya sekarang ini agak banyak memberikan harapan pada kita dalam posisinya di Komisi Percepatan Reformasi Polri, Prof. Mahfud MD," kata Effendi Gazali, dikutip dari program 'Catatan Demokrasi' di tvOne, Selasa (30/12/2025).
Dalam diskusi tersebut, Effendi mulanya ingin bertanya kepada Mahfud MD terkait kapan akan selesainya kasus ijazah Jokowi.
Namun, Mahfud justru berbalik bertanya kepada Effendi terkait dengan pertanyaan yang sama.
"Saya pernah tanya di acara resmi yang tayang di televisi juga, 'menurut Prof. Mahfud kapan selesainya kasus ijazah Pak Jokowi?'" ujar Effendi.
"Lalu dia (Mahfud MD) mengatakan dia balik bertanya. 'Kalau menurut Pak Effendi kapan?'" tuturnya meniru ucapan Mahfud.
Effendi Gazali dengan tegas menjawab bahwa kasus ijazah Jokowi akan selesai pada akhir tahun 2035.
"Saya bilang, 'kalau menurut saya akhir 2035.'," katanya.
Bukan asal menyebut, Effendi mengaku memiliki alasan mengapa dirinya mengatakan kasus ijazah Jokowi baru akan selesai pada akhir 2035.
Menurutnya, dalam pandangan komunikasi politik, kasus ijazah Jokowi akan mengikuti arus dari naik dan turunnya politik.
Ia lantas mencotohkan kasus ijazah palsu Wakil Gubernur Bangka Belitung, Hellyana, yang dengan cepat menjadi tersangka.
"Ada logikanya. Anda menanyakan pada saya komunikasi politik. Kalau masuk ke kajian komunikasi politik, dia akan ikut arus naik turunnya politik," kata dia.
"Anda mau bandingkan yang cepat? Ini wakil gubernur salah satu provinsi sudah jadi tersangka," imbuhnya.
Pernyataan Effendi Gazali itu disetujui oleh Mahfud MD.
Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu, kasus ijazah Jokowi baru akan selesai pada awal 2036.
"Saya balik bertanya, 'kalau menurut Prof. Mahfud MD kapan?' Bagus loh jawabannya. 'Saya kira saya sependapat mungkin awal 2036.' Katanya," jelasnya.
Lantas, seperti apakah sosok Effendi Gazali? Berikut rekam jejaknya.
Sosok Effendi Gazali
Effendi Gazali tidak hanya dikenal sebagai Pakar Komunikasi Politi, melainkan ia juga dikenal sebagai seorang pengamat, dosen, hingga aktor.
Acara Republik Mimpi yang memparodikan Indonesia dan para presidennya membuat nama Effendi Gazali terkenal.
Dikutip dari situs FISIP Universitas Brawijaya (UB), Effendi Gazali lahir di Padang, Sumatra Barat, pada 5 Desember 1966.
Rekam jejak pria yang akrab disapa Dek Pendi ini di bidang komunikasi tidak main-main.
Effendi berhasil meraih gelar sarjana komunikasi dari UI pada 1990.
Selain itu, ia juga berhasil meraih gelar magister bidang komunikasi di UI pada 1996.
Effendi juga berhasil lulus dari kampus luar negeri di Universitas Cornell Ithaca, New York pada 2000.
Ia juga telah memiliki gelar Ph.D. bidang komunikasi politik yang diraihnya dari Radboud Nijmegen University Belanda tahun 2004.
Disertasinya berjudul Communication of Politics & Politics of Communication in Indonesia: A Study on Media Performance, Responsibility, and Accountability.
Effendi Gazali dikukuhkan sebagai guru besar Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) pada tahun 2019.
Nama lengkap berikut dengan gelarnya yakni Prof. Drs. Effendi Gazali, M.Si., MPS., Ph.D.
Berbagai jabatan di sejumlah organisasi pun sudah pernah ia tangani dengan baik.
Berikut riwayat keorganisasian Effendi Gazali:
- Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia (Wacana UI) 1998; kemudian Anggota Presidium
- Deputi Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI)
- Anggota International Communication Association (ICA)
- Artikel-artikel Komunikasi Politik-nya terutama tersebar di Harian Kompas, Tempo, Media Indonesia, dll
- Dewan Juri Anugerah Adi Warta Wartawan Indonesia 2006 & 2007
- Dewan Nasional Provokasi Indonesia, 2006.
Selain itu, Berbagai penghargaan pun juga telah berhasil diraih Effendi di sepanjang kariernya.
Salah satu penghargaan yang ia dapatkan yakni Peneliti Terbaik UI 2003 di bidang Social & Humanity.
Nama Effendi kian harum setelah diundang sebagai pembicara di berbagai stasiun televisi nasional, salah satunya yakni di talk show Indonesia Lawyer Club.
Di dunia akademik, Effendi pernah menjadi dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di UI.
(nurulamin.pro/Rakli)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar