
Ringkasan Berita:
- Keributan dua dusun di Kecamatan GunungsarI, Lombok Barat pecah saat bermain futsal.
- Situasi memanas saat kata-kata kasar terlontar, memicu emosi hingga berujung pemukulan secara berkelompok terhadap GG.
nurulamin.pro, MATARAM - Keributan antar kelompok pemuda saat bermain futsal pecah di jalan raya Lilir Penimbung, Desa Mekarsari, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, pada Sabtu (10/1/2026) malam.
Kapolsek Gunungsari Iptu Ida Bagus Adnyana Putra mengungkapkan, keributan bermula sejak sore hari, saat dua kelompok pemuda dari Dusun Ranjok Timur dan Dusun Lilir 1 terlibat sparing futsal di lapangan Creator, Dusun Mambalan.
Sekitar 15 menit permainan berjalan, benturan antarpemain tak terhindarkan. Insiden terjadi antara pemuda inisial GG, asal Dusun Lilir 1, dan inisial MS dari Dusun Ranjok Timur.
Adu dorong keduanya terjadi di lapangan. Situasi memanas saat kata-kata kasar terlontar, memicu emosi hingga berujung pemukulan secara berkelompok terhadap GG.
“Usai kejadian itu, GG meninggalkan lapangan sambil menantang lawan dan menghubungi rekan-rekannya. Kedua kelompok kemudian berpencar,” ungkapnya Bagus dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (12/1/2026).
Sekitar pukul 20.15 Wita, GG bersama teman-temannya kembali ke lapangan futsal, namun kelompok MS sudah tidak ada di lokasi.
Pencarian berlanjut hingga kedua kelompok kembali bertemu di jalan raya Lilir Penimbung (timur Pasar Lilir). Perkelahian kembali pecah dan sempat menyita perhatian warga sekitar sebelum berhasil dilerai.
Tak lama berselang, sekitar 100 warga dari Dusun Ranjok Timur mendatangi lokasi. Aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan situasi.
Personel Polsek Gunungsari bersama Polresta Mataram turun ke lokasi, dipimpin langsung Kapolsek Gunungsari dan Kabag Ops Polresta Mataram.
Bagus menegaskan, langkah pengamanan langsung dilakukan demi mencegah situasi meluas.
“Situasi berhasil kami kendalikan. Salah satu pemuda sudah kami amankan ke Polresta Mataram, guna menghindari potensi bentrokan lanjutan,” ungkap Bagus.
Sekitar pukul 22.30 Wita, massa berangsur meninggalkan lokasi. Hingga malam hari, personel gabungan masih bersiaga di sekitar TKP, sembari melakukan pendekatan persuasif.
Pihak kepolisian juga mengimbau warga dua dusun, tetap menahan diri dan tidak terprovokasi isu lanjutan. Koordinasi dengan aparat desa setempat terus dilakukan, agar situasi tetap aman dan kondusif.
(*)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar