
Keluhan Warga Bitung terhadap Sistem Pengiriman SPX Express
Puluhan warga Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) mengeluhkan buruknya sistem perusahaan jasa pengiriman SPX Express di daerah itu. Bagaimana tidak, pemilik paket barang yang dibeli secara online lewat aplikasi Shopee dengan sistem terima di tempat (COD), harus rela menunggu lama dengan berbagai alasan klasik.
Bahkan, banyak kasus barang yang dikirim tidak diantar oleh kurir perusahaan itu hingga ke rumah pemiliknya. Namun mirisnya, barang tersebut tercatat dalam sistem aplikasi Shopee "Pesanan Ditolak Pembeli".
"Padahal kami tidak pernah menolak pesanan barang itu. Mereka yang justru tidak pernah mengantarnya ke rumah, kalau kita tidak datang ambil sendiri ke gudang. Maka barang itu akan tercatat di sistem sebagai barang yang ditolak oleh pembeli, ini kan lucu," ujar Melky salah satu warga yang ditemui antri di gudang SPX Matuari Hub, Kelurahan Wangurer Barat, Kecamatan Madidir, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Sabtu 3 Januari 2025.
Yang menambah kejengkelan warga adalah mereka "dipaksa" antri jika mau ambil barang pesanan di gudang SPX express. Karena jika tidak, sistem aplikasi akan membaca sebagai pesanan ditolak dan lama kelamaan akun belanja mereka diblacklist oleh aplikator.
"Ini sangat menjengkelkan, mereka yang punya sistem buruk, tapi semua ditimpahkan ke pelanggan, sampai akun kita di blacklist yang dampaknya banyak," tambahnya.
Masalah Sistem Pengiriman yang Mengganggu Kepercayaan Pengguna
Salah satu pengamat sekaligus Affiliator Sulawesi Utara, Henry Roy Somba ketika diminta tanggapan soal kasus yang dikeluhkan pelanggan di Kota Bitung terhadap buruknya sistem pengantaran, mengatakan jika itu harus jadi pekerjaan rumah bagi semua pihak yang berada dalam lingkaran pasar online.
Menurutnya, fenomena paket pesanan COD tidak tiba di rumah pelanggan adalah sebuah kekeliruan besar dalam rantai pasar online. Hal itu katanya akan berakibat menurunnya kepercayaan publik.
"Kalau fenomena ini tidak segera dicarikan solusi, seller akan merasakan dampak buruknya juga ke depan dan ini jadi citra buruk bagi sektor pasar online. Kalau barang yang dibeli dengan sistem COD lalu di aplikasi mengatakan itu barang ditolak oleh pelanggan, padahal itu murni kesalahan perusahaan jasa pengiriman, maka itu berbahaya sekali terhadap kepercayaan publik," ungkap Henry Somba.
Dampak Terhadap Aplikasi Belanja Online
Lebih jauh Henry mengatakan, publik akan menilai, aplikasi belanja Shopee tidak profesional dan imbasnya bisa berpindah ke aplikasi serupa yang lain.
"Saya kira, aplikator harus memperbaiki sistem pengiriman barang lebih baik lagi terutama di musim padat orderan, seperti hari raya Natal, tahun baru dan lebaran," pungkas Henry.
Penyebab dan Solusi untuk Masalah Ini
Beberapa faktor yang menyebabkan masalah ini antara lain:
- Kurangnya koordinasi antara perusahaan jasa pengiriman dan platform e-commerce.
-
Jika tidak ada komunikasi yang baik antara SPX Express dan Shopee, maka proses pengiriman bisa terganggu, termasuk data yang tercatat di sistem.
-
Sistem pengiriman yang tidak efisien.
-
Kurir yang tidak cukup memadai atau tidak mematuhi jadwal pengiriman dapat menyebabkan penundaan dan kebingungan bagi pelanggan.
-
Tidak adanya mekanisme pengaduan yang jelas.
- Pelanggan tidak memiliki saluran resmi untuk melaporkan masalah pengiriman, sehingga mereka hanya bisa mengandalkan sistem aplikasi yang tidak selalu akurat.
Tantangan di Musim Puncak Orderan
Musim puncak seperti Natal, Tahun Baru, dan Lebaran sering kali menjadi momen yang paling berat bagi perusahaan jasa pengiriman. Di masa-masa ini, jumlah pesanan meningkat drastis, tetapi kapasitas pengiriman tidak selalu sebanding. Hal ini membuat beberapa perusahaan sulit memenuhi ekspektasi pelanggan.
Perlu adanya peningkatan layanan, baik dari segi jumlah kurir, sistem logistik, maupun pengelolaan data. Dengan demikian, pelanggan tidak akan merasa tertipu atau kecewa karena barang yang seharusnya sampai ke tangan mereka tidak kunjung tiba.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar