Sri Mulyani Kini Ajarkan Ekonomi di Universitas Oxford Inggris

Sri Mulyani Kini Ajarkan Ekonomi di Universitas Oxford Inggris

Perjalanan Baru Sri Mulyani di Dunia Akademik

Sri Mulyani Indrawati, mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia, akan mengajar selama satu tahun di Universitas Oxford melalui program World Leaders Fellowship. Program ini dimulai pada 2026 dan bertujuan untuk memberikan wawasan tentang kepemimpinan global kepada mahasiswa dari lebih 60 negara. Ini menjadi langkah baru dalam kiprahnya setelah pensiun dari jabatan sebagai bendahara negara.

Pengalaman Kepemimpinan yang Berharga

Dalam pernyataannya, Sri Mulyani menyebut kesempatan ini sebagai kehormatan besar. Ia berharap dapat berkontribusi dalam pengembangan calon pemimpin publik dunia. Dengan rekam jejak panjang di level nasional dan global, perannya di Oxford menjadi babak baru dalam kiprahnya setelah pensiun.

Program World Leaders Fellowship dirancang untuk para pemimpin global yang sedang beralih dari memimpin negara mereka ke tahap berikutnya dalam perjalanan kepemimpinan publik mereka. Sri Mulyani akan membagikan pengetahuan dan pengalamannya mengenai karakter dan tantangan kepemimpinan global kepada mahasiswa serta alumni.

Peluang untuk Berbagi dan Belajar

Sri Mulyani akan berkesempatan memberikan pembimbingan kepada mahasiswa, menjalin diskusi dengan para pemimpin dunia, serta mengeksplorasi pendekatan inovatif dalam tata kelola pemerintahan. Ia merasa terhormat diberi kesempatan mengajar di salah satu kampus terbaik dunia tersebut. Ia berharap kontribusinya dapat memberi manfaat bagi calon pemimpin masa depan.

“Merupakan kehormatan bagi saya untuk bergabung sebagai World Leaders Fellow. Saya berharap dapat berkontribusi secara berarti, berbagi pengalaman sambil terus belajar, serta mendukung generasi berikutnya para pembuat kebijakan untuk memimpin dengan integritas, kompetensi, dan martabat di tengah lingkungan global yang semakin kompleks,” ujarnya.

Tanggapan dari Pihak Universitas Oxford

Dekan Blavatnik School of Government, Ngaire Woods, menyambut kehadiran Sri Mulyani yang dinilai memiliki pengalaman luas dalam kebijakan ekonomi global. “Kami sangat senang Sri Mulyani bergabung untuk berbagi pengalamannya. Mahasiswa kami berasal dari lebih dari 60 negara untuk mengasah keterampilan mereka dalam pelayanan publik, dan saya gembira mereka dapat belajar langsung darinya,” kata Woods.

Rekam Jejak Sri Mulyani

Sri Mulyani lahir di Bandar Lampung, 26 Agustus 1962. Ia meraih gelar sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia (1986), kemudian melanjutkan studi di University of Illinois, AS, dan meraih gelar magister (1990) serta doktor (1992) di bidang kebijakan ekonomi.

Karier internasionalnya menanjak ketika menjadi Executive Director IMF untuk Asia Tenggara pada 2002. Pada 2005, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengangkatnya sebagai Menteri Keuangan. Kinerjanya membuatnya meraih sejumlah penghargaan bergengsi, di antaranya Asia’s Best Finance Minister 2006 versi Emerging Markets Forum. Pada 2008, ia masuk dalam daftar 100 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia versi Forbes dan menjadi perempuan paling berpengaruh kedua di Indonesia versi Globe Asia.

Pada tahun yang sama, ia juga sempat ditunjuk sebagai Plt Menko Perekonomian. Tahun 2010, Sri Mulyani meninggalkan jabatannya sebagai Menkeu setelah ditunjuk menjadi Managing Director di Bank Dunia. Pada periode pemerintahan Presiden Joko Widodo, Sri Mulyani kembali dipercaya memimpin Kementerian Keuangan sejak 27 Juli 2016. Prestasinya kembali diakui setelah dinobatkan sebagai Best Minister in the World pada World Government Summit 2018 dan meraih sejumlah penghargaan internasional lainnya.

Di era Presiden Prabowo Subianto, ia kembali ditunjuk sebagai Menteri Keuangan hingga akhirnya terkena reshuffle pada 8 September 2025. Posisi Menkeu kemudian digantikan oleh mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa.

Langkah Baru di Panggung Global

Melalui program World Leaders Fellowship di Oxford, Sri Mulyani kini memasuki babak baru dalam perjalanan karier dan kiprahnya di panggung internasional. Peran barunya sebagai pengajar sekaligus mentor ini diharapkan dapat memberi kontribusi pada pengembangan pemimpin publik di berbagai negara.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan