
Penjualan Sukuk Ritel ST015 Menunjukkan Minat Tinggi dari Investor
Sehari sebelum masa penawaran berakhir, Sukuk Ritel seri ST015 hampir habis terjual. Hanya tersisa kuota sekitar Rp18 juta. Berdasarkan data yang dirilis oleh mitra distribusi ST015, PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit), pada pukul 14.56 WIB, penjualan ST015 bertenor dua tahun hanya menyisakan Rp4 juta. Dari total kuota sebesar Rp11 triliun, ST015T2 telah ludes terjual hingga Rp10,99 triliun atau setara dengan 99,90% dari target penjualan.
Sementara itu, produk ST015 bertenor empat tahun masih tersisa sekitar Rp14 juta. Artinya, produk ini telah laris terjual hingga Rp3,99 triliun dari total target penjualan sebesar Rp4 triliun.
Pengalaman Peningkatan Kuota Penjualan
Penawaran ST015 mengalami beberapa kali penambahan kuota. Awalnya, pemerintah menargetkan dana sebesar Rp10 triliun, kemudian ditingkatkan menjadi Rp12 triliun, dan kembali naik menjadi Rp15 triliun. Peningkatan target ini tidak lepas dari tingginya minat investor ritel terhadap produk ST015 dengan tenor dua tahun yang sangat diminati.
Minat besar ini juga telah diprediksi oleh kalangan analis. Fikri C. Permana, ekonom KB Valbury Sekuritas, mengatakan bahwa di tengah kondisi makroekonomi yang mulai membaik, potensi alokasi aset investor ke sarana investasi yang lebih berisiko seperti pasar saham maupun obligasi korporasi semakin terbuka.
“Ekonomi kita sudah mulai dikatakan ada perbaikan, jadi mungkin ada investor yang mengalihkan portofolionya ke aset yang berisiko, seperti saham atau corporate bonds,” katanya.
Prediksi tentang Kenaikan Dana yang Diperoleh
Fikri juga memprediksi bahwa ST015 akan mampu meraup dana segar sekitar Rp15 triliun melalui penerbitan yang berlangsung kurang dari 30 hari. Hal ini berarti, ST015 akan mencatatkan oversubscribed dari target Rp10 triliun yang ditetapkan pemerintah.
Menurutnya, fitur imbal hasil floating with floor dinilai mampu memberikan keuntungan bagi investor ritel di tengah ekspektasi penurunan suku bunga lanjutan. Fikri memprediksi bahwa BI akan memangkas suku bunga pada Desember 2025, dan tren penurunan suku bunga ini akan berlanjut hingga 2027.
“Karena ada ekspektasi penurunan BI Rate dan rate The Fed, sehingga pada saat ada pemangkasan suku bunga, karena ada floating, saya pikir mungkin ini kupon yang tertinggi dalam beberapa waktu ke depan,” ujarnya.
Perspektif dari Pihak Distributor
Sikap optimisme juga ditampilkan oleh Bibit. William, Head of PR & Corporate Communication Bibit, menjelaskan bahwa daya tarik produk ini cukup besar sejak awal, salah satunya karena imbal hasil yang ditawarkan.
Terlebih, di tengah tren penurunan suku bunga global, produk yang memiliki imbal hasil floating with floor membuka peluang bagi investor untuk mendapatkan kupon yang lebih tinggi dibandingkan terbitan SBN Ritel ke depan.
“Produk ST015 masih terbilang menarik karena menjadi SBN terakhir pada 2025 di tengah tren penurunan suku bunga. Imbal hasilnya cukup besar dibandingkan rata-rata bunga deposito yang dijamin LPS. Sekalipun di kemudian hari terjadi kenaikan suku bunga, karena sifatnya floating with floor, investor bisa mendapatkan imbal hasil lebih,” katanya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar