Stikes Panakkukang latih kader deteksi preeklamsia dengan aplikasi digital, akurasi sempurna 100%

Stikes Panakkukang latih kader deteksi preeklamsia dengan aplikasi digital, akurasi sempurna 100%

Program Pengabdian Kesehatan yang Mengubah Paradigma Deteksi Preeklamsia

Stikes Panakkukang, sebuah institusi pendidikan kesehatan di Makassar, Sulawesi Selatan, telah berhasil meluncurkan program pengabdian kepada masyarakat yang menghadirkan inovasi dalam pencegahan komplikasi kehamilan. Melalui pelatihan intensif dan pemanfaatan teknologi digital, program ini berupaya memberdayakan kader kesehatan untuk mendeteksi dini risiko preeklamsia.

Program ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030, khususnya dalam menurunkan angka komplikasi kehamilan. Dengan menggunakan aplikasi digital bernama Kartu Skore Dhiana Setyorini (KSDS), kader kesehatan kini memiliki alat yang efisien dan akurat untuk memantau kondisi ibu hamil.

Inovasi Teknologi dalam Pelayanan Kesehatan

Aplikasi KSDS dirancang khusus untuk membantu kader kesehatan dalam melakukan skrining awal risiko preeklamsia. Proses pelatihan yang dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh Ns. Muaningsih, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.Mat, bersama Serly, SKM., M.Kes, mencakup berbagai tahapan yang berlangsung dari April hingga November 2025.

Program ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Hal ini menunjukkan dukungan yang kuat terhadap inovasi berbasis teknologi dalam bidang kesehatan.

Hasil yang Signifikan

Hasil dari program ini sangat menjanjikan. Beberapa indikator utama menunjukkan keberhasilan yang luar biasa:

  • Akurasi 100 persen: Tingkat kesalahan kader dalam deteksi dini preeklamsia adalah 0 persen. Artinya, seluruh kader kini mampu mengoperasikan aplikasi KSDS secara mandiri dan akurat.
  • Peningkatan pengetahuan: Skor post-test menunjukkan bahwa 100 persen kader memiliki pengetahuan, sikap baik, dan kemampuan yang baik dalam menggunakan aplikasi KSDS. Peningkatan ini sangat signifikan, karena sebelumnya hanya 30 persen yang memiliki pemahaman yang cukup.
  • Cakupan skrining luas: Skrining berhasil dilakukan pada 26 ibu hamil (99 persen) di wilayah sasaran, dengan hasil 17 ibu hamil teridentifikasi berisiko tinggi dan 9 berisiko rendah.

Tanggapan dari Kader Kesehatan

Beberapa kader kesehatan mengungkapkan kepuasan mereka terhadap pelatihan dan penggunaan aplikasi KSDS. Purwanti, salah satu kader, menyampaikan bahwa aplikasi ini sangat membantu dalam mendeteksi risiko preeklamsia dengan cepat dan mudah. Ia juga menyebutkan bahwa kini ia bisa melakukan pengecekan secara mandiri dan akurat.

Rumiyana, kader lainnya, menambahkan bahwa pelatihan ini membuka wawasan mereka tentang pentingnya pencegahan preeklamsia dan memungkinkan mereka memberikan edukasi yang lebih tepat.

Komitmen Ke depan

Ketua pelaksana, Ns. Muaningsih, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada kementerian terkait dan LPPM Stikes Panakkukang atas dukungan pendanaan dan fasilitas yang membuat program ini berjalan lancar dan memberikan dampak nyata.

"Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program inovatif berbasis teknologi guna memperkuat mutu layanan kesehatan masyarakat," ujar Ns. Muaningsih.

Dengan berakhirnya tahapan evaluasi, Stikes Panakkukang berharap model pemberdayaan kader yang menggabungkan pelatihan intensif dan teknologi ini dapat direplikasi di wilayah lain. Hal ini demi mendukung upaya penurunan risiko komplikasi kehamilan dan memperkuat kesehatan masyarakat secara berkesinambungan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan