Ringkasan Berita:
- Harga ikan di Pasar Sentral Pekkabata, Polman, mengalami kenaikan sejak satu pekan terakhir akibat nelayan takut melaut karena cuaca buruk.
- Ikan tongkol, tuna, kakap, kembung, dan bandeng tercatat mengalami kenaikan harga antara Rp5 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram karena stok menipis.
- Cuaca buruk dengan gelombang tinggi hingga 3 meter dan angin kencang membuat nelayan hanya melaut sebentar atau terpaksa tidak melaut
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Harga ikan di Kompleks Pasar Sentral Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) mengalami kenaikan, Senin (12/1/2026).
Menurut pedagang pasar, kenaikan harga ikan ini sudah berlangsung selama satu pekan terakhir.
Sejak terjadinya cuaca buruk melanda wilayah perairan Polman membuat nelayan takut melaut.
Aktivis nelayan sempat berhenti melaut ini berdampak untuk stok ikan hingga harganya naik.
Pedagang, Rahmat menyampaikan jenis ikan alami kenaikan yakni ikan tongkol, tuna, dan ikan kakap.
Disebutkan harga ikan kembung dari harga Rp20 ribu per takaran naik menjadi Rp30 ribu.
Kemudian ikan kakap dari harga Rp40 ribu per kilogram, naik menjadi Rp 60 ribu rupiah.
Begitu pula dengan ikan bandeng dari harga Rp25 ribu per kg, naik menjadi Rp30 ribu per kg.
"Penyebabnya karena stok berkurang, sudah satu pekan alami kenaikan," kata Rahmadi sembari menunjuk ikan bandeng di atas lapaknya.
Warga Takatidung ini menyampaikan ikan diperolehnya ini dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kalawa.
Saat ini di TPI Polewali, nelayan membongkar tangkapan ikan hasil melaut cukup sepi.
Lantaran kata Rahmadi selama beberapa hari terakhir, nelayan takut melaut terlalu jauh karena cuaca buruk.
"Nelayan ada ji pergi melaut tapi tidak sampai bermalam karena cuaca akhir tahun tidak menentu," ungkapnya.
Dia menyampaikan omset para pedagang ikan juga mengalami penurunan lantaran hanya beberapa pelanggan yang datang membeli.
Sebelumnya diberitakan, nelayan di Lingkungan Kalawa, Kelurahan Lantora, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman, Sulbar, melaut lantaran cuaca buruk gelombang tinggi disertai angin kencang, Senin (12/1/2026).
Nampak perahu nelayan hanya terparkir di daratan bibir pantai, tak melaut lantaran cuaca buruk.
Sejumlah nelayan juga pulang lebih awal untuk menghindari gelombang tinggi disertai angin kencang.
Cuaca buruk gelombang tinggi disertai angin kencang ini sudah satu pekan melanda perairan wilayah Polman.
Menurut para nelayan cuaca buruk sering kali melanda pada sore menjelang malam hari.
Aktivis di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kalawa juga nampak sepi, tak ada warga menuggu kedatangan perahu nelayan.
"Saat ini terjadi cuaca buruk, gelombang hampir capai tiga meter, kita khawatir, takut juga," ungkap nelayan, Ibrahim kepada wartawan.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar