
nurulamin.pro, JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menegaskan komitmennya menjaga fungsi intermediasi dan stabilitas likuiditas di tengah meningkatnya penempatan dana perbankan nasional pada Surat Berharga Negara (SBN).
Penempatan tersebut dilakukan secara terukur sebagai bagian dari manajemen likuiditas yang pruden, seiring pertumbuhan kredit yang tetap solid.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Hera F. Haryn menegaskan bahwa fungsi utama perbankan tetap sebagai lembaga intermediasi melalui penyaluran kredit ke sektor riil.
Hingga November 2025, kredit BCA secara bank only tercatat tumbuh sehat mencapai Rp921 triliun. Di sisi lain, per November 2025, BCA juga menempatkan dana sebesar Rp436 triliun pada instrumen surat berharga dengan komposisi terbesar pada obligasi pemerintah, disertai penempatan pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan instrumen lainnya.
Menurut Hera, penempatan dana pada surat berharga tidak hanya berfungsi sebagai pengelolaan likuiditas, tetapi juga mencerminkan peran aktif perbankan dalam mendukung pembiayaan negara dan menjaga stabilitas sistem keuangan.
“BCA senantiasa menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dengan ekspansi kredit yang sehat serta mengelola likuiditas secara pruden dengan prinsip kehati-hatian dalam manajemen risiko,” ujarnya kepada Bisnis, dikutip Minggu (11/1/2026).
Adapun, Data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menunjukkan kepemilikan perbankan nasional di SBN meningkat pada awal 2026.
Hingga 8 Januari 2026, total kepemilikan bank di SBN mencapai Rp1.397,68 triliun, naik dari Rp1.326,33 triliun pada 2 Januari 2026.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) mencatat kepemilikan bank di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai Rp618 triliun per November 2025.
Selain itu, BI mencatat undisbursed loan perbankan mencapai Rp2.509,4 triliun atau setara 23,18% dari total plafon kredit tersedia, mengindikasikan masih adanya ruang likuiditas yang belum sepenuhnya terserap ke penyaluran kredit.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar