
Strategi Kanada di Asia Tenggara: Fokus pada ASEAN dan Ekspor Non-AS
Strategi Indo-Pasifik Kanada menempatkan Asia Tenggara, khususnya Indonesia, sebagai prioritas utama. Direktur Regional Asia untuk APF Canada, Barrett Bingley, menekankan bahwa ASEAN menjadi fokus utama bagi Kanada dalam upaya melipatgandakan ekspor non-AS dalam dekade mendatang.
Strategi ini muncul di tengah perubahan dinamika geopolitik perdagangan global. Bingley menyebut dua tantangan besar yang saat ini dihadapi Indonesia, yang secara tidak langsung menjadikan Kanada sebagai mitra penting: tarif tinggi di Amerika Serikat dan tekanan dari Tiongkok.
Menurut Bingley, eksportir Indonesia kini menghadapi tarif sebesar 19% yang sangat sulit diatasi di AS, sehingga memaksa mereka mencari alternatif pasar bernilai tinggi, salah satunya adalah Kanada. Di dalam negeri, produsen Indonesia juga menghadapi tantangan serius dari gelombang kelebihan kapasitas Tiongkok Daratan yang masuk ke sektor barang kelas bawah dan menengah.
"Tantangannya adalah, tidak peduli seberapa bagus Indonesia saat ini dalam ukuran-ukuran tersebut, produsen Indonesia kewalahan oleh kelebihan kapasitas Tiongkok Daratan," jelas Bingley, seraya menambahkan bahwa hal ini memiliki efek beruntun langsung ke kelas menengah dan industri lokal Indonesia.
Langkah Kanada untuk Memperkuat Kemitraan dengan ASEAN
Menanggapi lanskap yang dinamis dan penuh tantangan ini, Kanada secara institusional berupaya menghadapi ASEAN secara komprehensif. Selain CEPA dengan Indonesia, Kanada sedang gencar mendorong Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) ASEAN-Kanada serta negosiasi FTA bilateral dengan Filipina dan Thailand.
Langkah ini bertujuan untuk "mengunci" kawasan ASEAN ke dalam serangkaian kesepakatan dagang, mengatasi kekhawatiran non-tarif, dan memberikan stabilitas perdagangan. Indonesia, sebagai negara prioritas, menjadi pilar utama strategi ini, yang juga ditandai dengan pembentukan Kantor Pertanian dan Agribisnis Indo-Pasifik (IPAO) di Manila.
Bingley menegaskan bahwa Kanada, sebagai kekuatan menengah yang patuh pada aturan, mengambil pendekapan institusional berbasis aturan hukum.
"Kami tidak mencoba menjadi seperti AS. Kami tidak mencoba menutup pasar kami, untuk memaksa ASEAN membeli barang dari kami," ujarnya.
Peluang Pertumbuhan dan Ketahanan Regional
Dengan tingkat pertumbuhan PDB yang tinggi dan populasi yang relatif muda, ASEAN, terutama Indonesia, dilihat sebagai peluang pertumbuhan besar bagi Kanada. Sebagai imbalannya, Kanada berharap ASEAN juga melihat kemitraan ini sebagai jalan untuk memperkuat ketahanan regional di tengah ketidakpastian global.
Beberapa langkah yang dilakukan Kanada menunjukkan komitmennya untuk membangun hubungan dagang yang lebih kuat dan stabil dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Dengan pendekatan yang berbasis aturan hukum dan kolaborasi yang saling menguntungkan, Kanada berusaha menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi ASEAN.
Masa Depan Kemitraan Indo-Pasifik
Komitmen Kanada terhadap strategi Indo-Pasifik menunjukkan bahwa kawasan ini akan terus menjadi fokus utama dalam kerjasama internasional. Dengan peningkatan investasi dan pengembangan infrastruktur, Kanada berharap dapat memperkuat posisinya sebagai mitra dagang yang andal dan konsisten.
Selain itu, Kanada juga berupaya memperluas kerja sama di bidang pertanian dan agribisnis, yang menjadi salah satu sektor penting dalam perekonomian Indonesia. Dengan adanya IPAO di Manila, Kanada berharap dapat mempercepat proses integrasi ekonomi antara kedua negara.
Kemitraan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi rakyat Indonesia, khususnya dalam meningkatkan akses ke pasar internasional dan memperkuat daya saing industri lokal. Dengan pendekatan yang transparan dan berkelanjutan, Kanada berkomitmen untuk membantu Indonesia mencapai tujuan pembangunan nasionalnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar