Stres di usia muda bisa ganggu detak jantung! Yuk, cegah dari sekarang

nurulamin, JAKARTA - Gangguan irama jantung (aritmia) kini tidak hanya dialami lansia, tetapi juga semakin sering terjadi pada usia muda. Mengapa demikian?

Salah satu pemicunya adalah stres dan kecemasan berlebih, yang meningkatkan hormon adrenalin sehingga detak jantung menjadi cepat dan tidak teratur (palpitasi). Selain itu, pola tidur yang tidak teratur juga bisa mengganggu keseimbangan saraf pengatur detak jantung.

Di samping itu, konsumsi kafein dan nikotin menstimulasi sistem saraf hingga detak jantung tidak beraturan, sedangkan alkohol bisa mengganggu keseimbangan elektrolit.

Kekurangan cairan (dehidrasi) dan ketidakseimbangan elektrolit seperti kalium dan magnesium bisa mengacaukan sinyal listrik jantung, terutama pada orang yang berolahraga intens atau mengonsumsi obat pembuang cairan berlebih (diuretik).

Faktor lain yang sering luput dari perhatian adalah paparan cahaya biru dari gadget yang bisa mengganggu kesehatan jantung, sedangkan kurang aktivitas fisik juga bisa membuat jantung bekerja kurang efisien.

Walaupun berisiko bagi kesehatan jantung, aritmia bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Dr. dr. Agus Harsoyo, SpJP(K), Subsp. Ar(K)., FIHA, MM, PIA dari Mayapada Hospital Kuningan menjelaskan, “Lakukan olahraga isotonik (melibatkan sumbu panjang otot dan tulang) dengan intensitas sedang seperti jalan kaki, jogging, berenang, atau yoga selama 40-45 menit, minimal 3 kali per minggu dan maksimal 5 kali per minggu, dengan rata-rata 4 kali per minggu. Kelola stres dengan meditasi atau pernapasan dalam, batasi kafein dan alkohol, serta hindari rokok, vape, dan suplemen stimulan tanpa pengawasan medis.”

Selanjutnya, pilih nutrisi seimbang, terdiri dari karbohidrat tinggi serat, sayur, buah seperti pisang, alpukat, apel, pepaya, protein seperti telur, chia seeds, ikan kaya magnesium, kalium, dan omega-3 (salmon dan tuna) untuk menjaga elastisitas pembuluh darah. Batasi garam, gula, makanan olahan, dan lemak trans yang dapat memicu tekanan darah tinggi, resistensi insulin, dan peradangan jantung, serta cukupi asupan cairan untuk menghindari jantung berdebar (palpitasi).

Lalu, ciptakan tidur yang berkualitas dengan tidur di bawah jam 12 malam dan lama tidur 6–7 jam, juga pastikan kamar dalam kondisi tenang, gelap, dan sejuk. Hindari gadget, makanan berat, kafein, atau alkohol sebelum tidur, serta waspadai gangguan tidur seperti sleep apnea yang bisa meningkatkan risiko aritmia dan tekanan darah tinggi, bahkan pada usia muda.

“Jika detak jantung terasa sangat cepat, tidak beraturan, disertai pusing, sesak, atau nyeri dada, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan EKG, Holter, atau tes stres jantung, terutama bila ada riwayat keluarga dengan penyakit jantung,” tutup Dokter Agus.

Kesadaran menjaga kesehatan jantung sejak muda menjadi kunci untuk mencegah aritmia dan gangguan jantung lainnya.Mayapada Hospital turut mendukung upaya pencegahan dengan menyediakan layanan Cardiovascular Center yang memberikan penanganan jantung komprehensif berstandar internasional, mulai dari pencegahan, deteksi dini, diagnosis, intervensi, hingga rehabilitasi, didukung tim dokter multidisiplin berpengalaman dan teknologi mutakhir.

Dalam situasi kegawatdaruratan, Cardiac Emergency Mayapada Hospital 24 Jam siap memberikan tindakan Primary PCI dengan protokol door to wire di bawah 60 menit, sebagai standar emas dalam penyelamatan nyawa pada serangan jantung akut.

Informasi lebih lanjut mengenai layanan dapat mengakses aplikasi MyCare, termasuk fitur Emergency Call untuk kondisi kegawatdaruratan, fitur Health Articles & Tips seputar kesehatan jantung, hingga fitur Personal Health, yang terhubung dengan Health Access dan Google Fit, untuk memantau langkah harian, kalori terbakar, detak jantung, hingga Body Mass Index (BMI).

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan