
Kepemimpinan DPD PDIP Kaltim 2025–2030: Kombinasi Pengalaman dan Energi Baru
Pemilihan struktur kepengurusan DPD PDIP Kalimantan Timur (Kaltim) untuk periode 2025–2030 telah resmi diumumkan dalam Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) yang digelar di Hotel Novotel Balikpapan, Senin (8/12/2025). Proses ini menjadi momen penting dalam konsolidasi politik partai sekaligus evaluasi program kerja.
Safaruddin kembali terpilih sebagai Ketua DPD PDIP Kaltim, sementara Ananda Emira Moeis tetap menjabat sebagai Sekretaris. Posisi Bendahara kini diisi oleh Edi Damansyah, menggantikan Muhammad Samsun yang beralih menjadi Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi. Penetapan ini mencerminkan konsolidasi internal partai serta komitmen Banteng Kaltim dalam menghadapi tantangan politik ke depan.
Kader Muda dan Figur Baru
Selain nama-nama lama yang tetap dipercaya, struktur kepengurusan kali ini juga diwarnai kehadiran kader muda dan figur baru. Budiono, Ketua DPC PDIP Balikpapan, serta Sugiyono, turut masuk dalam jajaran pengurus. Begitu pula dengan pengurus DPC dari berbagai kabupaten/kota di Kaltim yang kini bergabung di tingkat DPD.
Kehadiran wajah baru ini diyakini akan membawa semangat segar sekaligus memperluas basis dukungan partai di seluruh daerah. Ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi PDIP dalam dinamika politik yang semakin kompleks.
Momentum Konsolidasi Partai
Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa konferda bukan sekadar ritual politik lima tahunan, melainkan momentum evaluasi dan perumusan program perjuangan partai di Kaltim. Ia menyampaikan bahwa strategi PDIP adalah memperbaiki diri, mendengarkan harapan rakyat, dan berpegang pada pandangan bahwa rakyat adalah segala-galanya.
DPP menerapkan merit system, mendengarkan aspirasi dari bawah terhadap calon pimpinan DPD dan DPC. Struktur kepengurusan baru ini segera disahkan dan akan bertugas penuh dalam waktu dekat, menandai babak baru konsolidasi politik PDIP di Bumi Etam.
Struktur Kepengurusan DPD PDIP Kaltim 2025–2030
- Ketua: Irjen Pol (Purn) Safaruddin
- Sekretaris: Ananda Emira Moeis
- Wakil Sekretaris Bidang Internal: Supratono
- Wakil Sekretaris Bidang Program: Priskila Evalianitha Randabunga
- Bendahara: Edi Damansyah
- Wakil Bendahara: H. Baba
Jajaran Wakil Ketua Bidang (Wakabid): - Wakabid Kehormatan Partai: Veridiana Huraq Wang
- Wakabid Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif: Andhika Hasan
- Wakabid Ideologi dan Kaderisasi: Muhammad Samsun
- Wakabid Keanggotaan dan Organisasi: Marten Apuy
- Wakabid Sumber Daya: Sugiyono
- Wakabid Politik: Siang Geah
- Wakabid Pemerintahan, Otonomi Daerah: Didik Agung Eko Wahono
- Wakabid Kebijakan Publik dan reformasi Birokrasi: Budiono
- Wakabid Reformasi Sistem Hukum Nasional: Guntur
- Wakabid.Perekonomian: Eko Priyo Utomo
- Wakabid Kebudayaan dan Pendidikan: Betaria Magdalena
- Wakabid Penanggulangan Bencana Kesehatan, Perempuan dan Anak: Yonavia l
- Wakabid Industri, Perdagangan BUMN, Investasi Koperasi dan UMKM: Ely Hartati Rasyid
- Wakabid Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial: Safuad
- Wakabid Pariwisata, Pemuda dan Olahraga: Lusiana Ipin
- Wakabid Keagamaan, dan Kepercayaan Terhadap Tuhan YME: Damuri
- Wakabid Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital: Yustisia Dibrinap
- Wakabid Pertanian, dan Pangan Kehutanan, Lingkungan Hidup dan Kelautan dan Perikanan: Wahyu Hidayat
- Wakabid Hukum dan Advokasi: S. Roy Hendrayanto
Pesan Sekjen Hasto Kristiyanto di Konferda PDIP Kaltim
Hasto Kristiyanto menyampaikan beberapa pesan penting dalam Konferda dan Konfercab PDIP Kaltim:
-
Kader jadi garda terdepan hentikan perusakan alam
Hasto menginstruksikan seluruh kader PDIP Kalimantan Timur untuk berdiri di garda terdepan dalam menghentikan praktik tambang ilegal, illegal logging, dan segala bentuk perusakan lingkungan. Menurutnya, perspektif maritim harus menjadi pijakan politik bagi PDIP, terutama di wilayah kaya sumber daya seperti Kalimantan Timur. -
Pentingnya geopolitik maritim dan keadilan sosial
Hasto menyoroti pentingnya hubungan antara geopolitik maritim dan keadilan sosial. Ia menyebut perspektif ini harus menjadi landasan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, termasuk memastikan aparat penegak hukum menerapkan prinsip justice for all. -
Membangun Kepercayaan publik
Isu menurunnya kepercayaan publik terhadap partai politik, menurut Hasto harus diatasi dengan perbaikan internal. Ia menekankan, politik bukan persoalan perebutan kekuasaan, tapi membangun peradaban. -
Perkuat Mesin Partai
Hasto menegaskan konferda bukan acara seremonial, tetapi forum strategis untuk memperkuat mesin partai dari tingkat daerah hingga pusat. Ia menyebut adanya berbagai “anomali demokrasi” yang dianggap mengganggu kualitas proses pemilihan.
Konferda PDIP Kaltim 2025 menjadi wadah bagi seluruh kader untuk menyusun strategi baru menghadapi dinamika politik ke depan, termasuk isu perubahan mekanisme Pilkada serta tantangan demokrasi yang berkembang.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar