Kasus Penipuan Wedding Organizer Ayu Puspita: Suami Menyangkal Keterlibatan, Korban Memohon Refund
Gelagat suami Ayu Puspita, pemilik Wedding Organizer (WO) yang diduga melakukan penipuan terhadap ratusan calon pengantin di Jakarta hingga mencapai miliaran rupiah, kini menjadi sorotan. Dugaan ini menimpa perusahaan yang sebelumnya dianggap profesional dan terpercaya oleh banyak pasangan yang ingin melangsungkan pernikahan.
Suami Ayu Puspita disebut-sebut tidak terlibat dalam bisnis tersebut. Ia mengaku tidak ikut dalam pengelolaan usaha WO yang kini sedang dipermasalahkan para klien. “Saya kan gak ikut apa-apa. Tanya aja di belakang,” katanya dengan wajah pasrah. Meski begitu, tindakan yang dilakukan istri dan stafnya membuatnya turut terseret dalam kasus ini.
Sebelumnya, sejumlah korban ramai menggeruduk rumah Ayu Puspita yang berada di Cipayung, Jakarta Timur. Mereka meminta pertanggungjawaban atas kerugian yang dialami. Kasus penipuan ini menelan korban sebanyak 230 pasangan dengan total kerugian mencapai Rp 16 miliar.
Suami Ayu Puspita terlihat duduk santai saat istrinya diamuk oleh banyaknya korban yang meminta jawaban. Ia mengaku tidak terlibat dalam bisnis wedding organizer Ayu Puspita. “Saya gak terlibat usahanya, yang terlibat mas Dimas, Mbak ... Bisnis keluarga juga kan,” kata suami Ayu. Namun, tindakan yang dilakukan istri dan stafnya membuatnya turut terseret dalam kasus ini.
Tampak rumah mewah tersebut sudah dikunjungi oleh para keluarga korban kasus penipuan Ayu. Tak hanya rumah mereka, kantor WO Ayu Puspita yang berada di Jalan H. Siun 2C Nomor 51A, Ceger, Jakarta Timur turut diserbu.
Dalam klarifikasinya, Ayu mengakui bahwa uang kliennya itu ia pakai untuk membayar uang muka rumah. Ia juga mengakui bahwa manajemen keuangan perusahaannya berantakan. Dana dari klien baru dan pameran digunakan untuk menutup tanggungan acara sebelumnya. Namun, skema ini akhirnya runtuh dan menyebabkan kerugian besar bagi para calon pengantin.
“Saya menggunakan sebagian dana untuk membayar uang muka rumah, tapi sedang berusaha menjual rumah tersebut untuk mengembalikan uang klien,” ujar Ayu. Diperkirakan ada sekitar 230 pasangan yang terdampak dugaan penipuan tersebut, baik yang acaranya sudah berlangsung maupun yang belum digelar, dengan total kerugian mencapai Rp15–16 miliar.
Gelombang protes pun terjadi hingga sejumlah korban menggeruduk Ayu Puspita pemilik WO tersebut. Ratusan pasangan yang terdampak tak bisa menahan kekecewaan.

Tunjukan Saldo Sisa Rp463 Ribu
Saat dicecar para korban di kediamannya, Ayu Puspita ternyata sempat menjanjikan akan me-refund atau mengembalikan uang calon pengantin yang menjadi korban penipuannya. "Ibu tadi bilang sanggup untuk refund?" ucap korban. "Tiga minggu," jawab Ayu Puspita. "Oke tiga minggu, dari mana uangnya? Kalau dari event sudah tidak mungkin," kata korban. Korban penipuan tersebut lalu bertanya apakah Ayu Puspita memiliki uang cash atau logam mulia. Tak menjawab, Ayu Puspita hanya diam.
Janji Ayu Puspita untuk mengembalikan uang para korbannya, terasa mustahil. Pasalnya setelah dicek di rekening pelaku, uangnya hanya tersisa Rp463 ribu. "Kita cek mutasinya aja cuma punya Rp63 ribu dan Rp400 ribu, Update per sekarang sudah Rp19,3 miliar total uang yang minta dikembalikan," tulis korban.

Ditangkap Polisi
Saat ini, pihak WO telah dibawa ke Polres Jakarta Utara, bersama dengan para korban yang ingin mendapatkan kejelasan atas dugaan penipuan itu. Kasus ini ditangani Polres Metro Jakarta Utara berdasarkan LPB/2334/XII/2025/Resju/PMJ tanggal 6 Desember 2025 berdasarkan laporan inisial SOG.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar menyebut sudah ada lima orang yang diperiksa dan ditahan. Kelimanya ialah APD selaku Direktur bersama empat stafnya HE, BDP, DHP, dan RR. Mereka diduga melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan Pasal 378 dan atau 372 KUHP.
Menurutnya, penipuan terbongkar setelah sebuah pernikahan berantakan karena hidangan yang dijanjikan pihak WO tak disajikan. Pernikahan itu berlangsung di Pelindo Tower Yos Sudarso No 9 RT 006 RW 013 Rawabadak Utara Koja Jakarta Utara pada Sabtu (6/12/2025) pukul 19.00 WIB. "Pelapor yang ingin melangsungkan pernikahan menggunakan wedding organizer Ayu Puspita telah melunasi biaya resepsi Rp82.740.000 ke rek BCA atas nama Ayu Puspita Dinanti ketika waktu resepsi ternyata pihak wedding organizer tidak menyiapkan fasilitas sesuai dengan kesepakatan," ucap Onkoseno kepada wartawan Senin (8/12/2025), dilansir dari Tribunjakarta.com.
"Pihak wedding organizer tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah tersebut," tambahnya. Korban dugaan penipuan atau penggelapan lainnya dari wedding organizer tersebut. Sejumlah korban itu diketahui dari berbagai macam profesi mulai dari swasta, ASN hingga Polri.
"Tindak lanjut mengamankan para terlapor, melakukan pemeriksaan saksi-saksi, menyita barang bukti (transfer, print out Whatsapp, data catering, panduan acara pernikahan)," ujarnya. Penyidik lantas menginterogasi Ayu Puspita soal tudingan penipuan. Polisi pun mengarahkan para korban untuk membuat laporan soal kasus dugaan penipuan yang dilakukan Ayu.
"Saya akan mengusahakan untuk semuanya (korban) agar bisa dikembalikan hak-haknya," imbuh Kombes Pol Alfian Nurrizal. Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz mengungkapkan modus yang dilakukan adalah WO menerima pembayaran penuh untuk penyelenggaraan acara pernikahan, termasuk catering. Namun, saat hari pelaksanaan layanan tersebut tidak diberikan.
"WO ini sudah menerima uang untuk melaksanakan resepsi, kemudian pada hari H tidak terlaksana sesuai kesepakatan. Salah satu contoh, makanan yang harusnya dihadirkan saat pesta tidak datang," kata Erick. Akibatnya, para korban yang merasa dirugikan kemudian membuat laporan polisi. Erick mengatakan jumlah korban diperkirakan masih bertambah.
"Termasuk dari korban lain masih banyak yang berdatangan. Ternyata banyak yang menjadi korban WO tersebut," ujarnya. Ia menambahkan, laporan yang masuk ke Polres Metro Jakarta Utara baru satu, namun kejadian serupa juga muncul di wilayah lain dan berpotensi ditangani lintas polres.
Terkait kerugian, polisi belum dapat memastikan total nominalnya. "Kerugian masih dihitung, karena banyak korban-korban baru," kata Erick.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar