
Warga Desa Sukasari Terkejut dengan Kematian Mendadak Kuwu Terpilih
Warga Desa Sukasari, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, dibuat terkejut oleh kabar kematian kuwu terpilih desa setempat, Hj Tarsitem, pada Jumat 2 Januari 2025 pagi. Peristiwa tersebut terjadi secara mendadak dan menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat, mengingat almarhumah dikenal aktif dan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit serius sebelum meninggal dunia.
Hj Tarsitem menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 09.00 WIB. Informasi yang dihimpun di rumah duka menyebutkan, sebelum wafat almarhumah masih menjalani aktivitas sebagaimana biasanya. Bahkan pada malam sebelumnya, ia masih sempat berkumpul bersama tim pemenangan untuk membahas rencana pengisian struktur pemerintahan desa pasca terpilih sebagai kuwu.
Aktivitas Sehari-hari Hj Tarsitem
Sepupu almarhumah, Tarjono (48), mengatakan bahwa Hj Tarsitem terlihat sehat saat mengikuti musyawarah tersebut. Tidak ada keluhan kesehatan yang disampaikan kepada keluarga maupun tim pemenangan.
“Malamnya masih beraktivitas, mengumpulkan tim pemenangan, ngobrol seperti biasa,” ujar Tarjono saat ditemui di rumah duka. Namun, kondisi kesehatan Hj Tarsitem mendadak menurun keesokan paginya. Keluarga kemudian berupaya membawanya ke RSUD Indramayu untuk mendapatkan pertolongan medis.
Sayangnya, setibanya di rumah sakit, pihak medis menyatakan bahwa Hj Tarsitem telah meninggal dunia dalam perjalanan. “Surat keterangan dari rumah sakit menyatakan DOA atau Death on Arrival,” ungkap Tarjono.
Reaksi Masyarakat dan Isu yang Beredar
Kabar kepergian kuwu terpilih tersebut dengan cepat menyebar dan mengundang reaksi duka dari masyarakat Desa Sukasari. Banyak warga yang mengaku tidak menyangka Hj Tarsitem akan wafat secara mendadak. Pasalnya, sehari sebelumnya almarhumah masih sempat berinteraksi langsung dengan warga.
Salah seorang warga, Kasmin (60), mengaku terkejut mendengar kabar tersebut. Menurutnya, Hj Tarsitem dikenal sebagai sosok yang aktif dan energik. “Kaget sekali, karena tidak sakit apa-apa. Kemarin juga masih ketemu, masih kelihatan sehat,” ujarnya.
Di tengah suasana duka, beredar pula berbagai isu di masyarakat terkait penyebab meninggalnya Hj Tarsitem. Sebagian warga mengaitkan peristiwa tersebut dengan hal-hal mistis yang kerap dikaitkan dengan tradisi pasca pemilihan kepala desa. Namun, isu tersebut belum pernah terbukti dan dibantah oleh pihak keluarga.
Selain isu mistis, muncul pula dugaan bahwa almarhumah mengalami stroke ringan atau serangan jantung.
Penjelasan Keluarga
Menanggapi hal tersebut, Tarjono menegaskan bahwa selama masa kampanye hingga setelah pemilihan, kondisi kesehatan Hj Tarsitem terpantau normal. “Pada masa kampanye juga ikut keliling desa sampai malam, itu sudah adat turun-temurun. Setelah itu juga biasa saja, tidak ada penurunan kondisi kesehatan,” katanya.
Kepergian Hj Tarsitem menjadi kehilangan besar bagi keluarga dan masyarakat Desa Sukasari. Sebagai kuwu terpilih, almarhumah dinilai memiliki komitmen besar untuk membawa perubahan dan kemajuan bagi desanya. Rencana-rencana yang telah disusun bersama tim pemenangan pun kini harus tertunda.
Atas nama keluarga, Tarjono menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat apabila semasa hidup almarhumah terdapat kesalahan atau kekhilafan. Ia juga mengucapkan terima kasih atas doa dan belasungkawa yang mengalir dari berbagai pihak. “Mohon doanya agar almarhumah diampuni segala dosanya dan diterima amal ibadahnya,” tuturnya.
Prosesi Pemakaman yang Khidmat
Jenazah Hj Tarsitem dimakamkan pada Jumat sore sekitar pukul 16.00 WIB. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan diiringi ratusan warga Desa Sukasari yang turut mengantarkan ke peristirahatan terakhir, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada pemimpin desa yang mereka cintai.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar