
berita
Sekarang ini, seperti yang kita ketahui, banyak pabrikan sudah memiliki line-up mobil hybrid. Berbagai jenis hybrid telah beredar di pasar, mulai dari mild hybrid, parallel-serial hybrid, hingga PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) yang tersedia. Sementara itu, BYD saat ini hanya menjual mobil listrik dengan teknologi Battery Electric Vehicle (BEV).
Pada acara media gathering di Sentul, Bogor (11/12), seorang jurnalis bertanya apakah BYD tertarik menghadirkan mobil hybrid di Indonesia pada 2026?

Luther Panjaitan, selaku Head of PR and Government BYD Indonesia, memberikan responsnya.
"Jika melihat mobil hybrid, terutama PHEV, teknologinya sudah cukup teruji di pasar luar negeri. BYD juga mempertimbangkan untuk membawa model tersebut ke Indonesia di masa depan," ujar Luther.

Ia juga menambahkan bahwa perusahaan terus memantau regulasi pemerintah terkait pengembangan mobil hybrid.
"Kami sedang menunggu hasil analisis kami mengenai regulasi tersebut. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, kami bisa memastikan apakah PHEV bisa hadir di Indonesia," tambahnya.
Dirinya juga menyatakan bahwa pada tahun 2026, BYD kemungkinan akan membawa line-up hybrid PHEV.
"Sangat mungkin kami akan menghadirkan mobil hybrid PHEV di tahun 2026 ini," jelas Luther.
Mobil hybrid PHEV menggunakan dua sumber daya, yaitu mesin konvensional dan motor listrik yang bisa dicas secara mandiri. Kapasitas baterai yang lebih besar pada mobil hybrid PHEV memungkinkan kendaraan berjalan lebih jauh dengan kombinasi dua sumber tenaga tersebut.
Sampai saat ini, mobil hybrid PHEV di Indonesia antara lain adalah Cherry Tiggo 8 CSH, Tiggo 9 CSH, Jaecoo J7, Mazda CX-80, dan Wuling Darion PHEV.
Berikut beberapa fitur utama dari mobil hybrid PHEV:
-
Teknologi Dual Power
Mobil hybrid PHEV dilengkapi dengan mesin bensin dan motor listrik. Keduanya bekerja bersama atau terpisah, tergantung kondisi berkendara. -
Baterai Besar
Baterai yang lebih besar dibandingkan hybrid biasa memungkinkan mobil berjalan jauh dengan tenaga listrik saja sebelum beralih ke mesin konvensional. -
Charging External
Baterai dapat diisi melalui colokan listrik eksternal, sehingga meningkatkan efisiensi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar. -
Performa Lebih Baik
Dengan kombinasi tenaga listrik dan mesin, mobil hybrid PHEV umumnya memiliki performa yang lebih baik dibandingkan mobil konvensional atau BEV.
BYD, yang awalnya fokus pada mobil listrik, kini mulai melihat peluang untuk memperluas portofolio dengan menghadirkan mobil hybrid. Tahun 2026 menjadi target yang mungkin untuk pengenalan PHEV di Indonesia.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi dari BYD mengenai model spesifik yang akan dihadirkan. Namun, jika rencana ini benar-benar terealisasi, maka pasar mobil hybrid di Indonesia akan semakin kompetitif.
Jadi, kita tunggu saja tanggal mainnya ya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar