Sumedang Targetkan PAD Rp 1 Triliun Tahun 2026

Sumedang Targetkan PAD Rp 1 Triliun Tahun 2026

Target PAD Kabupaten Sumedang Mencapai Rp 1 Triliun Tahun 2026

Pemkab Sumedang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) telah menetapkan target yang ambisius untuk tahun 2026, yaitu mencapai Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1 Triliun. Target ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan dengan pencapaian tahun 2025 yang berhasil mencapai Rp 7.000 Miliar.

Kepala Bapenda Kabupaten Sumedang, Rohana, menyampaikan bahwa seluruh karyawan Bapenda siap mendukung upaya meningkatkan PAD. Menurutnya, sebagai ujung tombak di lapangan, Bapenda akan terus berupaya keras dalam memenuhi target yang ditetapkan.

"Sebagai ujung tombak di lapangan, tentunya kami akan selalu siap dalam meningkatkan PAD Kabupaten Sumedang," ujar Rohana.

Selain itu, informasi lanjutan dari Rohana menyebutkan bahwa pada tahun 2025, pendapatan daerah Kabupaten Sumedang berhasil mencapai 98% dari target yang ditetapkan. Angka ini menunjukkan bahwa pihak Bapenda telah melakukan pekerjaan yang cukup baik dalam menjalankan tugasnya.

Wakil Bupati Sumedang, M Fajar Aldilla, juga menyambut baik rencana Bapenda untuk mencapai PAD sebesar Rp 1 Triliun pada tahun 2026. Ia menegaskan bahwa Sumedang harus menjadi kabupaten mandiri dan setuju dengan kebijakan peningkatan PAD.

"Sumedang harus menjadi kabupaten mandiri, dan saya sepakat kalau PAD Sumedang harus terus ditingkatkan," ujar Fajar Aldila dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Bapenda Sumedang di Tampomas Eco Park, Cimalaka, Selasa 30 Desember 2025.

Fajar Aldila menambahkan bahwa saat ini dana transfer ke daerah (TKD) tahun 2026 mengalami pemangkasan dari pemerintah pusat hingga mencapai Rp 204 miliar. Hal ini membuat ketergantungan terhadap PAD semakin besar.

"TKD dikurangi dan otomatis PAD harus ditingkatkan baik dari pajak daerah, restribusi dan lainnya dan semua harus bekerja keras," tambah Fajar Aldila.

Strategi Peningkatan PAD

Untuk mencapai target PAD sebesar Rp 1 Triliun, Bapenda Sumedang akan menerapkan beberapa strategi yang terstruktur dan terukur. Berikut adalah beberapa langkah yang akan dilakukan:

  • Peningkatan Pajak Daerah
    Bapenda akan fokus pada penguatan sistem pengumpulan pajak, termasuk pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak hotel, dan pajak restoran. Sistem digitalisasi juga akan dipercepat untuk memudahkan wajib pajak dalam melaporkan dan membayar pajak mereka.

  • Optimalisasi Retribusi Daerah
    Retribusi dari sektor pariwisata, pengelolaan sampah, dan layanan publik akan dioptimalkan. Ini termasuk retribusi penggunaan fasilitas umum dan layanan administrasi kependudukan.

  • Peningkatan Partisipasi Masyarakat
    Dengan kampanye edukasi dan sosialisasi, masyarakat akan lebih sadar akan pentingnya pembayaran pajak. Bapenda juga akan membangun kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi masyarakat lainnya.

  • Peningkatan Kualitas Aparatur
    Pelatihan dan pengembangan SDM di lingkungan Bapenda akan ditingkatkan agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan pendapatan daerah.

  • Pemanfaatan Teknologi Informasi
    Penggunaan sistem informasi dan teknologi akan dimaksimalkan untuk mempercepat proses pengumpulan dan pelaporan pendapatan daerah. Hal ini juga akan meminimalkan kesalahan dan meningkatkan transparansi.

Tantangan dan Harapan

Meskipun memiliki target yang tinggi, Bapenda Sumedang tetap menghadapi beberapa tantangan, seperti ketidakpastian ekonomi dan perubahan regulasi yang bisa memengaruhi pendapatan daerah. Namun, dengan komitmen yang kuat dari pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat, target tersebut diharapkan bisa tercapai.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan