
Sunderland Tampil Mengesankan di Premier League Musim Ini
Sunderland kembali menunjukkan ketangguhan mereka di Premier League musim ini. Meskipun berstatus sebagai tim promosi, The Black Cats mampu menunjukkan kekuatan mereka di lapangan. Salah satu contoh terbaru adalah ketika mereka berhasil mempermalukan Manchester City.
Tim yang diunggulkan untuk meraih poin penuh justru harus pulang dengan hanya satu poin setelah gagal mencetak gol dalam pertandingan tersebut. Stadium of Light menjadi tempat yang sangat sulit bagi tim tamu, baik itu dari segi status maupun kualitas pemain.
Man City datang dengan skuad yang bernilai ratusan juta poundsterling, namun realita di lapangan berbicara lain. Erling Haaland, yang biasanya menjadi ancaman besar di kotak penalti, justru kesulitan menghadapi lini pertahanan Sunderland.
Barisan pertahanan The Black Cats tampil disiplin seperti tentara, menutup setiap celah passing dari para pemain Man City. Frustrasi terlihat jelas di wajah manajer Pep Guardiola melihat anak-anak asuhnya kesulitan merobohkan tembok yang dibangun oleh Sunderland.
Meskipun penguasaan bola dimenangkan oleh Man City, efektivitas serangan justru lebih baik dilakukan oleh Sunderland. Statistik ini membuktikan bahwa kualitas permainan tidak selalu ditentukan oleh jumlah penguasaan bola.
Sebelum Man City, Leeds United juga pernah merasakan kesulitan dalam mengamankan poin penuh dari Stadium of Light. Bahkan dua tim teratas klasemen Premier League, Arsenal dan Aston Villa, juga gagal memetik poin penuh dari kandang Sunderland.
Di luar kandang, Brighton and Hove Albion serta Liverpool juga dipaksa berbagi angka oleh The Black Cats. Hal ini menunjukkan bahwa Sunderland memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai lawan, baik itu dari segi kualitas maupun reputasi.
Status "Raja Seri" yang Unik
Hasil imbang yang diraih Sunderland seolah mengukuhkan status baru mereka sebagai "Raja Seri" Premier League musim ini. Sampai saat ini, mereka telah mencatatkan delapan hasil imbang.
Fenomena "hobi seri" ini unik. Di satu sisi, suporter bangga karena timnya sulit dikalahkan. Kemampuan untuk menahan imbang tim sekelas Man City, Brighton, dan Leeds berturut-turut adalah bukti mentalitas baja. Sunderland bukanlah promosi yang numpang lewat.
Namun di sisi lain, status "Raja Seri" ini menjadi peringatan tersendiri bagi tim asuhan Regis Le Bris. Mengumpulkan satu poin demi satu poin memang bisa mengamankan posisi Sunderland di papan tengah, tetapi di sisi lain, The Black Cats tampaknya "lupa" bagaimana mendapatkan tiga poin kemenangan.
Ketangguhan Robin Roefs
Keberhasilan Sunderland dalam menahan imbang tim yang lebih tinggi secara kualitas, termasuk Manchester City, tak lepas dari aksi heroik Robin Roefs di bawah mistar gawang. Kiper asal Belanda ini tampil impresif dengan melakukan penyelamatan gemilang di masa injury time.
Roefs berhasil menepis tendangan jarak jauh pemain The Citizens, yang benar-benar bernilai emas. Sebab, jika bola masuk ke gawang, skenario akan berbeda. Dengan penyelamatan itu, gawang Sunderland tetap perawan dan satu poin berhasil diamankan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar