Super League: Persis Solo dan Persijap Jepara Paling Tertinggal, Dewa United Kembali Terlibat

Zona Degradasi Super League 2025/26 Masih Dihiasi Klub Kaya Raya

Pertandingan di Super League 2025/26 telah memasuki separuh musim, dan sejumlah tim mulai menunjukkan performa yang jelas terbagi antara papan atas dan bawah. Di papan atas, empat tim teratas hanya berjarak tiga poin satu sama lain, sementara di bagian bawah, tiga tim penghuni zona degradasi masih kesulitan untuk bangkit.

Di papan atas, Persib Bandung dan Borneo FC masing-masing mengumpulkan 34 poin, sedangkan Persija Jakarta memiliki 32 poin dan Malut United dengan 31 poin. Perbedaan poin antara empat tim ini sangat tipis, sehingga persaingan untuk gelar juara masih sangat ketat.

Sementara itu, di papan bawah, situasi semakin memprihatinkan. Persis Solo, yang menjadi juru kunci, belum menunjukkan perbaikan meskipun telah mendatangkan pelatih baru, Milomir Seslija. Dalam dua laga pertama bersama Laskar Sambernyawa, Milo harus menerima dua kekalahan dari Dewa United (5-1) dan Persik Kediri (2-1). Performa yang buruk ini membuat Persis Solo tetap berada di posisi terbawah.

Di atasnya, Persijap Jepara juga tidak kunjung membaik. Pelatih baru mereka, Divaldo Alves, baru bekerja selama dua pertandingan dan hanya meraih satu poin. Tim ini kini berada di posisi 17 dengan 9 poin.

Tim teratas di zona degradasi adalah Semen Padang, yang sempat mengalahkan Persija Jakarta namun kemudian kalah telak dari Madura United. Saat ini, Semen Padang berada di posisi 16 dengan 10 poin. Di atasnya, PSBS Biak dengan 13 poin, sedangkan Dewa United, yang dikenal sebagai klub kaya raya, berada di posisi 14 dengan 17 poin.

Meski melakukan investasi besar dalam bursa transfer, Dewa United masih terjebak di posisi 14. Capaian tujuh poin dari tiga laga terakhir belum cukup untuk mengangkat mereka dari ancaman degradasi. Pelatih Jan Olde Riekerink masih harus membuktikan bahwa ia mampu membawa tim ini keluar dari zona bahaya.

Prediksi Degradasi oleh Footy Rankings

Footy Rankings, sebuah situs analisis sepak bola, memberikan prediksi terkait kemungkinan tim-tim di zona degradasi. Menurut hitungan mereka, Semen Padang memiliki peluang 70% untuk terdegradasi, sedangkan Persijap Jepara dan Persis Solo masing-masing memiliki peluang 88%. PSBS Biak sedikit lebih baik dengan 36%, sementara Dewa United hanya memiliki peluang 2%.

Prediksi ini menunjukkan bahwa tiga tim terbawah hampir pasti akan terdegradasi jika tidak ada perbaikan signifikan dalam beberapa laga mendatang. Meskipun masih ada 19 pertandingan di putaran kedua Super League 2025/26, tekanan bagi tim-tim di zona degradasi akan semakin besar.

Tantangan di Putaran Kedua

Putaran kedua Super League 2025/26 akan menjadi momen penting bagi semua tim. Bagi tim-tim di papan bawah, ini adalah kesempatan untuk memperbaiki posisi dan menghindari ancaman degradasi. Sementara itu, tim-tim di papan atas akan berusaha mempertahankan posisi mereka agar bisa meraih gelar juara.

Dengan jumlah pertandingan yang masih banyak, setiap laga akan menjadi penting. Pelatih-pelatih akan mencoba strategi terbaik untuk meningkatkan performa tim, sementara pemain akan berjuang keras demi menjaga harapan tim mereka.

Kemajuan atau penurunan hasil dalam putaran kedua akan menentukan nasib banyak klub. Dengan begitu, kompetisi Super League 2025/26 akan tetap menarik untuk disaksikan hingga akhir musim.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan