Surabaya Pilih Doa, Tak Perlu Kembang Api! Malam Tahun Baru 2026 Diganti Pengajian Nasional untuk Su

Surabaya Pilih Doa, Tak Perlu Kembang Api! Malam Tahun Baru 2026 Diganti Pengajian Nasional untuk Sumatra

Surabaya Memilih Perayaan Tahun Baru dengan Doa Bersama

Surabaya, kota yang dikenal sebagai kota pahlawan, mengambil langkah unik dalam menyambut malam pergantian tahun 2025 ke 2026. Alih-alih menggelar pesta yang meriah dan kembang api yang mencolok, Pemerintah Kota Surabaya memilih untuk menjadikan malam pergantian tahun sebagai momen yang penuh makna dan kesadaran sosial.

Pemkot Surabaya resmi meniadakan pesta kembang api dan menggantinya dengan pengajian di Balai Kota Surabaya. Keputusan ini dilakukan sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap korban bencana di Sumatra. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar tindakan seremonial, tetapi juga ajakan moral kepada seluruh warga untuk merayakan tahun baru dengan cara yang lebih sederhana dan penuh makna.

Eri mengajak masyarakat Surabaya untuk memperbanyak doa agar kota ini terhindar dari bencana serta memberikan dukungan bagi saudara-saudara sebangsa yang sedang tertimpa musibah. Menurutnya, euforia berlebihan di malam tahun baru sebaiknya ditahan, bahkan ia mendorong warga untuk mengalihkan anggaran pesta tersebut menjadi bantuan kemanusiaan yang disalurkan ke wilayah-wilayah terdampak bencana di Sumatra.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk perayaan yang lebih bermakna dan berdampak nyata. Kebijakan tersebut akan diperkuat melalui surat edaran resmi dan dibahas bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Surabaya. Selain itu, setiap kelurahan juga diminta untuk menggelar doa bersama di wilayah masing-masing.

Strategi ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas partisipasi warga, tetapi juga untuk mengurai potensi kemacetan yang biasanya terjadi di tengah kota saat malam tahun baru. Dengan menggelar doa bersama di berbagai titik, masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam upaya menjaga ketertiban dan keamanan kota.

Di sisi lain, pengamanan jelang Natal dan tahun baru tetap menjadi perhatian utama. Forkopimda Surabaya memastikan patroli keamanan akan digelar, khususnya di gereja-gereja sebelum perayaan Natal, serta di sejumlah lokasi wisata dan tempat keramaian. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama masa perayaan.

Dengan meniadakan kembang api dan menggantinya dengan doa, Surabaya mengirim pesan kuat bahwa pergantian tahun bukan hanya soal pesta, tetapi juga momentum untuk refleksi diri, empati, dan solidaritas kemanusiaan. Momen ini menjadi kesempatan bagi seluruh warga untuk bersatu dan berdoa demi kesejahteraan bersama.

Langkah-Langkah yang Dilakukan Pemkot Surabaya

  • Meniadakan pesta kembang api: Pemkot Surabaya memutuskan untuk tidak menggelar pesta kembang api sebagai bagian dari perayaan tahun baru.
  • Menggelar pengajian di Balai Kota: Pengajian diadakan sebagai bentuk empati dan solidaritas bagi korban bencana di Sumatra.
  • Mengajak masyarakat merayakan secara sederhana: Wali Kota Eri Cahyadi mengajak warga untuk merayakan tahun baru dengan cara yang lebih sederhana dan penuh makna.
  • Mendorong alokasi anggaran pesta untuk bantuan kemanusiaan: Warga diimbau untuk mengalihkan anggaran pesta ke wilayah terdampak bencana.
  • Membuat surat edaran resmi: Kebijakan ini diperkuat melalui surat edaran resmi dan dibahas bersama Forkopimda.
  • Menggelar doa bersama di setiap kelurahan: Setiap kelurahan diminta untuk menggelar doa bersama guna memperluas partisipasi warga.
  • Mengurangi potensi kemacetan: Strategi ini juga bertujuan untuk mengurangi kemacetan yang biasanya terjadi di tengah kota saat malam tahun baru.
  • Pengamanan jelang Natal dan tahun baru: Forkopimda Surabaya memastikan patroli keamanan akan digelar di lokasi-lokasi penting.

Pesan yang Disampaikan oleh Pemkot Surabaya

Surabaya ingin menyampaikan pesan bahwa pergantian tahun bukan hanya tentang pesta dan kegembiraan, tetapi juga kesempatan untuk merenung, berbagi, dan membantu sesama. Dengan memilih perayaan yang lebih sederhana dan penuh makna, Pemkot Surabaya menunjukkan komitmen untuk menjadikan momen pergantian tahun sebagai momen yang bermanfaat bagi semua pihak.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan