Surabaya Samator Rekrut Empat Atlet Baru, Persiapkan Tim untuk Livoli dan Proliga

Penguatan Regenerasi Pemain Samator dengan Rekrutmen Empat Pemain Muda

Surabaya Samator terus memperkuat proses regenerasi pemainnya. Klub yang telah melahirkan Rivan Nurmulki ini kini mengambil langkah strategis dengan merekrut empat pemain muda dari Bogor Volley Club. Keempat pemain tersebut adalah Naufal Hidayatullah (18 tahun), Dava Afrizal Eka Saputra (20 tahun), Refi Alfansyah (19 tahun), dan Fabian Awal Pangestu (21 tahun).

Manajer tim Samator, Hadi Sampurno, menjelaskan bahwa rekrutmen ini berawal dari pemantauan di Kejuaraan Nasional U-19 beberapa waktu lalu. "Saya melihat ada beberapa pemain U-19 yang memiliki tinggi badan yang menonjol. Saya mencari informasi lebih lanjut, dan akhirnya ketemu dengan pak Sugeng Wijanarko. Ternyata beliau memang membina pemain-pemain dengan postur ideal," ujar Hadi.

Setelah menjalin komunikasi dengan Sugeng, Samator merasa semakin yakin untuk bekerja sama. Hal ini karena Sugeng memiliki standar tegas dalam pembinaan pemain. "Dia punya prinsip tidak mau ambil pemain di bawah 190 cm," jelas Hadi. Selain itu, Sugeng juga merupakan fans berat dari Samator. "Jadi dia juga senang jika pemainnya direkrut oleh Samator," tambah Hadi.

Setelah menjalani latihan bersama tim utama Samator selama sekitar satu bulan terakhir, dua nama mulai menarik perhatian pelatih kepala Rodolfo Sanchez, yakni Fabian dan Dava. Kedua pemain yang memiliki postur tinggi 188 cm dan 196 cm ini diproyeksikan masuk ke dalam 14 pemain yang akan didaftarkan Samator untuk Proliga 2026 yang dimulai pada Januari mendatang.

Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan pemain lain akan menyusul di masa depan. "Dasar mereka sudah benar. Cara lompat, jatuh, posisi tangan itu sudah bagus. Tinggal bagaimana pelatih memoles dengan strategi dan latihan fisik yang tepat," kata Hadi.

Sekarang ini, para pemain baru hanya bergabung selama dua bulan, sehingga Samator tidak bisa terlalu memacu perkembangan mereka karena waktunya masih pendek. Namun, Hadi tetap optimis. "Saya yakin tahun depan sudah ada lagi yang bisa masuk Livoli dan Proliga," ujarnya dengan penuh keyakinan.

Proses Regenerasi yang Terencana

Proses regenerasi pemain Samator dilakukan secara terencana dan sistematis. Klub ini memprioritaskan pemain-pemain muda yang memiliki potensi besar dan postur tubuh ideal. Selain itu, Samator juga fokus pada pengembangan teknik dasar dan mentalitas bermain agar pemain dapat bertahan di level tertinggi.

Dalam proses ini, keterlibatan pelatih seperti Sugeng Wijanarko sangat penting. Dia tidak hanya membina pemain secara teknis, tetapi juga memberikan pendidikan karakter yang kuat. Hal ini menjadi salah satu faktor yang membuat Samator semakin percaya diri dalam merekrut pemain-pemain muda.

Selain itu, Samator juga memperhatikan aspek kesehatan dan kebugaran pemain. Latihan fisik yang intensif dilakukan untuk memastikan pemain siap menghadapi kompetisi yang semakin sengit. Dengan begitu, Samator tidak hanya mengandalkan bakat alami, tetapi juga kesiapan fisik dan mental pemain.

Harapan untuk Masa Depan

Kehadiran empat pemain muda ini menjadi angin segar bagi Samator. Mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam kompetisi Proliga 2026. Selain itu, keberadaan mereka juga menjadi modal penting untuk regenerasi jangka panjang.

Hadi Sampurno berharap, dengan kerja keras dan komitmen yang tinggi, pemain-pemain muda ini dapat berkembang pesat dan menjadi tulang punggung klub di masa depan. "Kami percaya, dengan dukungan yang tepat, mereka akan mampu membawa Samator ke level yang lebih tinggi," ujarnya.

Samator terus berkomitmen untuk membangun fondasi yang kuat melalui regenerasi pemain. Dengan pendekatan yang terstruktur dan profesional, klub ini berharap dapat terus bersaing di kancah nasional dan internasional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan