
Pesan Natal 2025: Membangun Sinode yang Inklusif dan Berkelanjutan
Dalam pesan Natal tahun 2025, Uskup Ruteng, Mgr Siprianus Hormat, Pr mengajak seluruh umat Keuskupan Ruteng untuk terlibat aktif dalam proses Sinode IV yang akan berlangsung pada tahun depan. Surat Gembala Natal ini menjadi wadah untuk menyampaikan pentingnya partisipasi semua lapisan masyarakat dalam kegiatan sinodal.
Sinode sebagai Kegiatan Bersama
Uskup Siprianus menekankan bahwa Sinode bukan hanya khusus bagi kalangan tertentu, tetapi merupakan hajatan bersama antara klerus dan awam. Ia menjelaskan bahwa Sinode tidak hanya berupa pertemuan diskusi pastoral, tetapi juga mencakup berbagai kegiatan dalam kehidupan gereja. Dengan demikian, setiap orang diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkaya proses sinodal.
Dalam surat tersebut, ia juga meminta umat untuk terlibat dalam kegiatan katekese dan diskusi Sinode, serta dalam doa dan perayaan ibadat Sinode. Selain itu, umat diajak untuk melakukan kegiatan sinodal yang bertujuan untuk berbelarasa dengan sesama yang rentan dan merawat ibu bumi.
Isu-isu yang Diangkat dalam Sidang Agung KWI
Uskup Siprianus juga menyampaikan tanggapan atas isu-isu yang muncul dalam Sidang Agung KWI pada tanggal 3-7 November 2025. Beberapa masalah rumit yang muncul antara lain penindasan nilai kemanusiaan, ketimpangan ekonomi, ketidakadilan sosial, krisis lingkungan hidup, serta tantangan yang dihadapi kelompok rentan seperti migran-perantau, difabel, lansia, anak-anak, dan wanita rentan.
Ia menilai bahwa dalam situasi ini, penting bagi umat untuk saling mendukung dan membangun relasi yang kuat antar sesama. Dengan demikian, kehadiran Yesus dalam kehidupan manusia dapat dirasakan secara nyata.
Natal sebagai Kesempatan untuk Merenung dan Bertindak
Natal, menurut Uskup Siprianus, adalah momen di mana Tuhan datang ke tengah dunia. Ia ingin lahir dalam hidup kita dengan segala suka-dukanya, pahit-manisnya. Oleh karena itu, umat diajak untuk membuka hati sedalam-dalam-Nya untuk meresapi kasih cinta-Nya, serta membuka tangan selebar-lebarnya untuk mewartakan kebaikan-Nya.
Pesan Natal 2025 kali ini juga disampaikan oleh KWI dan PGI, yang mengajak umat untuk merasakan, merenungkan, dan merayakan kelahiran Yesus di tengah-tengah keluarga. Karena Yesus lahir dan bertumbuh dalam persekutuan kasih keluarga Nasareth, maka ia juga ingin lahir dan hidup di dalam keluarga.
Tantangan dalam Kehidupan Keluarga Saat Ini
Saat ini, banyak keluarga menghadapi berbagai krisis yang sering menghancurkannya. Misalnya, perpisahan dan perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, masalah ekonomi, judi online (judol), pinjaman online (pinjol), narkoba, individualisme, dan materialisme. Dalam situasi seperti ini, para Uskup KWI dan Pimpinan Gereja Kristen mengajak agar rumah dan keluarga menjadi tempat di mana relasi dengan Allah dan sesama dipulihkan, harapan dinyalakan, kasih dikuatkan, dan iman diteguhkan.
Biarlah setiap anggota keluarga merasakan bahwa Allah sungguh hadir, menyertai, memulihkan, dan menyelamatkan kita. Dengan demikian, kehadiran Yesus dalam kehidupan keluarga dapat dirasakan secara nyata dan memberikan makna yang dalam.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar