Survei: 40,18 Persen Tidak Puas Penanganan Banjir Pramono-Rano

Evaluasi Kinerja Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Rano Karno

Setelah hampir satu tahun masa pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno, tercatat beberapa capaian positif dalam berbagai bidang layanan publik. Namun, penanganan banjir tetap menjadi tantangan besar yang belum sepenuhnya teratasi.

Hasil survei Indopol Survei bertajuk Rapor Akhir Tahun Pramono-Rano menunjukkan bahwa sebanyak 40,18 persen masyarakat DKI Jakarta menyatakan ketidakpuasan terhadap program penanganan banjir yang dijalankan selama periode November 2024 hingga November 2025. Meski secara keseluruhan kinerja pasangan tersebut masih mendapat dukungan mayoritas positif dengan 58,72 persen warga menyatakan puas dan sangat puas, angka ketidakpuasan terhadap bidang banjir tergolong tinggi dan menjadi salah satu catatan merah dalam evaluasi publik.

Sepertiga Warga Jakarta Tidak Puas

Direktur Eksekutif Indopol Survei, Ratno Sulistiyanto, menjelaskan bahwa meskipun ada 58,72 persen warga yang puas, masih ada 35,97 persen yang belum puas. Angka ini dianggap sebagai peringatan bahwa kinerja tersebut belum optimal, dan gagal memenuhi ekspektasi lebih dari sepertiga warga Jakarta.

Survei Layanan Transportasi Publik Capai 80 Persen

Beberapa sektor bahkan mencatat lonjakan kepuasan di atas 80 persen, menunjukkan keberhasilan program yang langsung dirasakan masyarakat. Transportasi umum menjadi sektor paling menonjol dengan 89,28 persen warga mengaku puas, diikuti pelayanan publik seperti pembuatan KTP dan layanan digital JAKI yang mencatat 83,37 persen kepuasan.

Dukungan Terbanyak Ada di Jakarta Timur

Secara geografis, dukungan kuat berasal dari Jakarta Timur, sebanyak 69,1 persen puas dan Kepulauan Seribu, ada 80 persen puas. Sementara dari sisi demografi, tingkat kepuasan paling besar berasal dari kelompok perempuan, generasi muda (Gen Z dan Milenial), serta pekerja ASN dan pegawai swasta berpenghasilan menengah.

Survei Indopol dilakukan terhadap 1.000 responden yang tersebar di enam kota madya dan Kepulauan Seribu, dengan margin of error kurang lebih 3,1 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen. Wawancara tatap muka dilakukan pada 15 sampai 21 November 2025 dengan metode multistage random sampling dan pengawasan mutu berlapis.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan