
Ringkasan Cepat (Key Takeaways)
Plafon pinjaman sebesar Rp 200 juta termasuk dalam kategori KUR Kecil. Proses analisis kreditnya lebih ketat dibandingkan dengan KUR Mikro.
Sektor usaha yang ideal untuk pengajuan pinjaman ini adalah bisnis dengan turnover lambat tetapi margin keuntungan tinggi, seperti perkebunan sawit, toko bangunan, atau bengkel mobil.
Agunan yang diperlukan harus mampu menutup 70 hingga 100% dari plafon. BPKB mobil tahun muda atau sertifikat hak milik (SHM) sangat disarankan sebagai agunan.
Untuk cicilan per bulan dengan tenor 5 tahun, besarnya angsuran adalah Rp 4.333.400.
Ketika Mengajukan Pinjaman Rp 200 Juta
Pada tanggal Sabtu, 13 Desember 2025, mengajukan pinjaman sebesar Rp 200 juta merupakan langkah besar. Di titik ini, Anda sering kali berada dalam posisi "nanggung". Dibilang besar, belum sampai setengah miliar, tapi dibilang kecil, syaratnya sudah wajib menggunakan agunan.
Dalam panduan terkini, kategori ini membutuhkan kesiapan dokumen legalitas yang lebih lengkap dan prima. Hal ini penting untuk memastikan kelancaran proses persetujuan dan pengajuan pinjaman.
Tabel Simulasi Angsuran untuk Pinjaman Rp 200 Juta
Berikut adalah gambaran kewajiban bulanan Anda sesuai dengan tenor yang dipilih:
| Tenor | Angsuran per Bulan | Kebutuhan Omzet Harian |
|---|---|---|
| 12 Bulan | Rp 17.666.700 | ± Rp 2 Jt |
| 24 Bulan | Rp 9.333.400 | ± Rp 1 Jt |
| 60 Bulan | Rp 4.333.400 | ± Rp 500 rb |
Siapa yang Cocok Mengambil Plafon Ini?
Uang sebesar Rp 200 juta terlalu besar jika hanya digunakan untuk warung kelontong biasa, karena risiko penggunaannya cenderung konsumtif. Plafon ini lebih cocok untuk:
-
Petani Sawit/Karet:
Untuk biaya replanting atau pembelian pupuk selama satu tahun penuh. -
Toko Bangunan:
Untuk stok semen dan besi yang membutuhkan modal yang cukup besar. -
Kontraktor Kecil:
Untuk modal kerja proyek jangka pendek, seperti termin atau pembayaran upah pekerja.
Pastikan penggunaan dana sesuai dengan jenis usaha yang tercantum dalam NIB (Nomor Induk Berusaha) Anda. Penggunaan dana yang tidak sesuai dengan tujuan awal dapat berdampak negatif pada kelancaran usaha dan proses pengajuan pinjaman.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar