
JAYAPURA – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Jayapura mencatatkan kinerja yang positif dalam pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran 2025. Hingga akhir Desember, realisasi PAD berhasil melebihi target yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kepala Bapenda Kota Jayapura, Robby Kepas Awi, menyampaikan bahwa target PAD tahun 2025 sebesar Rp291,84 miliar berhasil tercapai dengan realisasi mencapai sekitar Rp298,5 miliar hingga 30 Desember 2025. Dengan pencapaian ini, PAD Kota Jayapura mengalami kelebihan atau over target sekitar Rp8,2 miliar, atau setara 102 persen dari target yang ditetapkan.
“Capaian ini menunjukkan kinerja positif seluruh jajaran, baik Bapenda maupun OPD kolektor. Namun, tantangan di masa depan semakin besar sehingga dibutuhkan kerja yang lebih cepat dan kolaboratif,” ujar Robby Kepas Awi kepada awak media di Abrpura, Rabu (31/12).
Menurutnya, keberhasilan melampaui target PAD 2025 merupakan hasil dari optimalisasi pemungutan pajak dan retribusi daerah dari berbagai sektor, baik yang dikelola langsung oleh Bapenda maupun oleh OPD teknis pengelola pendapatan.
Dukungan penuh dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura, serta kebijakan yang berpihak pada penguatan ekonomi masyarakat, turut menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan PAD.
Kontribusi pendapatan daerah juga didukung oleh sejumlah mitra strategis Pemerintah Kota Jayapura, seperti PT PLN, PT Angkasa Pura, PT Robohollo Nanwani, PT Angkasa Pura Sport, dan PT AMJ, yang dinilai konsisten memenuhi kewajiban pajak daerah sesuai ketentuan yang berlaku.
Robby menjelaskan, kontribusi terbesar PAD berasal dari sektor pajak kendaraan bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB dan BBNKB). Dari target sebesar Rp34,9 miliar, realisasi hingga akhir tahun mencapai lebih dari Rp41 miliar, atau melampaui target sekitar Rp7 miliar.
Selain itu, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) tenaga listrik dari PT PLN dari target Rp38 miliar, penerimaan hingga akhir tahun mencapai lebih dari Rp47 miliar, atau mengalami kelebihan sekitar Rp9 miliar.
Berikut beberapa sektor utama yang memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD:
-
Sektor PKB dan BBNKB
Kontribusi terbesar berasal dari pajak kendaraan bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor. Target sebesar Rp34,9 miliar berhasil tercapai dengan realisasi hingga Rp41 miliar. -
Pajak Tenaga Listrik dari PT PLN
Pajak barang dan jasa tertentu dari PT PLN mencapai lebih dari Rp47 miliar, melebihi target sebesar Rp38 miliar. -
Kontribusi dari Mitra Strategis
Beberapa perusahaan seperti PT Angkasa Pura, PT Robohollo Nanwani, dan PT AMJ memberikan kontribusi signifikan dalam memenuhi kewajiban pajak daerah. -
Peran OPD Teknis Pengelola Pendapatan
Seluruh OPD yang bertanggung jawab atas pengumpulan pendapatan daerah turut berkontribusi dalam mencapai target PAD.
Tantangan Ke depan
Meskipun pencapaian positif tercatat, Robby Kepas Awi menyatakan bahwa tantangan di masa depan akan semakin kompleks. Untuk itu, diperlukan kerja sama yang lebih cepat dan kolaboratif antara Bapenda dan OPD lainnya.
Ia menegaskan bahwa upaya optimalisasi pemungutan pajak dan retribusi akan terus dilakukan, termasuk dalam memperkuat koordinasi dengan mitra strategis dan pihak swasta.
Kesimpulan
Pencapaian PAD tahun 2025 menunjukkan bahwa kinerja pengelolaan pendapatan daerah Kota Jayapura cukup baik. Meski demikian, langkah-langkah strategis dan kolaborasi yang lebih kuat diperlukan untuk menjaga pertumbuhan PAD di masa mendatang.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar