
Semangat Tahun Baru untuk Meningkatkan Kualitas Ibadah dan Kebajikan
Tahun baru tidak hanya menjadi momen untuk merayakan dengan kembang api dan kegembiraan di mana-mana, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangkitkan semangat baru dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dalam konteks keimanan, tahun baru menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas ibadah, kebajikan, serta memperbanyak amal saleh.
Seorang tokoh agama, KH Feny Rachman, menyampaikan bahwa seorang muslim sejati adalah yang setiap hari berusaha menjadi lebih baik dari hari sebelumnya. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW yang mengatakan, "Barang siapa pada hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia tergolong orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin tergolong orang merugi dan barang siapa hari ini lebih buruk dari kemarin dia adalah orang yang celaka atau buruk."
Mengikuti Ajaran Al-Quran dan Hadits
Dalam kitab suci Al-Quran, surat Al-Ashr ayat 1 sampai 3 menjelaskan bahwa manusia dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran. Hal ini menunjukkan pentingnya perbaikan diri dan konsistensi dalam menjalani kehidupan beriman.
KH Feny Rachman juga menekankan pentingnya semangat untuk mencapai keberuntungan di tahun 2026. Dalam hal ini, kita perlu melakukan muhasabah, refleksi, atau introspeksi diri. Ada sebuah hadits yang mengingatkan kita untuk menggunakan lima hal sebelum datangnya lima hal tersebut. Yaitu: masa muda sebelum masa tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, senggang sebelum sibuk, dan hidup sebelum mati.
Momentum Pergantian Tahun untuk Doa dan Istighfar
Di malam pergantian tahun 2026, Ketua DKM Masjid Agung Syiarul Islam Kuningan, HR Yayan Sofyan, mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan momen ini dengan memperbanyak doa dan istighfar. Di saat sebagian masyarakat merayakan dengan kegaduhan, mereka memilih untuk berada di rumah Allah untuk memohon ampunan, keberkahan, serta perlindungan bagi Kabupaten Kuningan dan Republik Indonesia.
Ia juga menyampaikan kepedulian masyarakat Kuningan terhadap saudara-saudara di daerah terdampak bencana, khususnya di Sumatera dan Aceh. Dengan arahan Bupati H Dian Rachmat Yanuar dan Ibu Wakil Bupati Hj Tuti Andriani, kini terhimpun donasi sebesar Rp 800 juta yang disalurkan melalui Baznas RI. Ratusan personel Baznas masih berada di lokasi bencana untuk membantu para korban.
Peran Bupati dalam Menyambut Tahun Baru
Bupati H. Dian Rachmat Yanuar mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan untuk menyambut pergantian Tahun Baru 2026 dengan memperbanyak muhasabah dan doa, bukan dengan euforia berlebihan. Ia menegaskan bahwa pergantian tahun merupakan momen penting untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki niat, serta menata kembali langkah kehidupan ke arah yang lebih baik.
"Pergantian tahun bukan sekadar pergeseran angka di kalender, tetapi tanda bahwa usia kita semakin berkurang sementara amanah kehidupan terus bertambah. Tahun 2025 adalah tahun penuh ujian, baik secara fiskal, sosial, maupun bencana alam. Namun dari setiap ujian, Allah selalu menyimpan hikmah," ujarnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar