
Pergantian tahun membuat publik Malaysia semakin khawatir dengan nasib sepak bolanya.
Harimau Malaya dapat dikatakan menutup tahun 2025 dengan gemilang ketika mereka mencatatkan rekor tak terkalahkan dalam delapan pertandingan resmi di bawah asuhan pelatih Peter Cklamovski.
Melihat kembali pasang surut Timnas Malaysia, pertandingan melawan Vietnam di Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027 adalah yang paling berkesan setelah Harimau Malaya menghancurkan raksasa Asia Tenggara itu dengan skor 4-0 pada 10 Juni lalu.
Itu mengakhiri rentetan 11 tahun Timnas Malaysia tidak menang melawan Vietnam. Dan yang paling menarik perhatian adalah kehadiran tujuh pemain naturalisasi, yaitu Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal dan Hector Hevel dalam pertandingan tersebut.
Kemenangan besar di Stadion Nasional Bukit Jalil dan penampilan luar biasa yang ditunjukkan Harimau Malaya, terutama dengan sentuhan tujuh pemain di atas, tampaknya membuka jalan cerah untuk mengamankan tiket ke putaran final Piala Asia 2027 di Arab Saudi.
Namun, kisah bahagia itu berubah dalam sekejap pada September lalu. Di mana sepak bola nasional diguncang oleh keputusan Komite Disiplin Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) untuk menjatuhkan hukuman kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan tujuh pemain naturalisasi yang terlibat atas dugaan pemalsuan dokumen.
Setelah pengumuman tersebut, episode menyedihkan Harimau Malaya dimulai dengan FAM didenda CHF350.000 (Rp7,3 miliar). Sementara para pemain yang terlibat diskors selama 12 bulan dan didenda CHF2.000 (Rp42 juta).
Hukuman tersebut dijatuhkan setelah penyelidikan oleh FIFA menyusul dugaan pengaduan yang diterima badan pengatur tersebut setelah Harimau Malaya bermain melawan Vietnam. Kasus ini masih berlangsung hingga hari ini, dengan FAM telah mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) setelah banding sebelumnya ditolak oleh Komite Banding FIFA.
Selain itu, rekor tak terkalahkan Harimau Malaya sepanjang tahun lalu juga tercoreng. Komite Disiplin FIFA pada 17 Desember mengumumkan pembatalan tiga pertandingan persahabatan Harimau Malaya sebelumnya. Pembatalan hasil pertandingan persahabatan tersebut melibatkan laga melawan Tanjung Verde, Singapura, dan Palestina.
FIFA memutuskan kekalahan 0-3 untuk Timnas Malaysia karena dinilai telah menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat. Keputusan tersebut sebenarnya sudah diperkirakan berdasarkan sikap tegas FIFA dalam kasus ini. Sesuai dengan prediksi banyak orang, masalah ini juga merugikan peringkat Malaysia ketika mereka turun lima tangga ke posisi 121 dalam ranking FIFA terbaru, 22 Desember.
Perkembangan ini membuat Harimau Malaya menutup tahun 2025 dengan kisah yang menyedihkan, dan harapan kini tertumpu pada banding FAM di CAS.
Melihat situasi tersebut, publik Malaysia lewat salah satu media lokalnya (Bharian.com.my) khawatir Harimau Malaya akan menerima pukulan telak lainnya dalam waktu dekat.
"Jika gagal (banding di CAS), Harimau Malaya akan 'menangis' lagi," tulis Bharian.com.my dalam laporannya. "Hal itu karena Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) hanya menunggu hasil banding sebelum memutuskan nasib tim nasional dalam ajang Kualifikasi Piala Asia 2027."
"Suka atau tidak suka, situasi sulit ini harus dihadapi." "Dan pengamat sepak bola lokal yang juga mantan Wakil Presiden Asosiasi Pelatih Sepak Bola Malaysia (PJBM), Profesor Madya Dr. Zulakbal Abd Karim, sebelumnya menekankan bahwa semua pihak harus siap menerima dengan hati terbuka apa pun keputusan CAS dan AFC."
"Tentu saja semua pihak (saat ini) berharap kasus pemalsuan dokumen dapat diselesaikan sepenuhnya dan Harimau Malaya dapat membuka lembaran baru terlepas dari apa pun nasib yang menimpa tim nasional mulai sekarang."
Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, AFC baru akan mengambil langkah lanjutan setelah permasalahan di CAS selesai, selambat-lambatnya akhir Maret nanti yang bertepatan dengan laga terakhir Kualifikasi Piala Asia 2027.
Menarik dinantikan, bagaimana nasib sepak bola Malaysia terkait masalah yang mereka hadapi saat ini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar