
Kekalahan yang mengejutkan yang dialami oleh tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung, di semifinal beregu putri SEA Games 2025 tidak disangka oleh lawannya sendiri.

Gregoria Mariska Tunjung kalah dalam pertandingan ketiga antara Indonesia dan Malaysia di semifinal beregu putri SEA Games 2025. Meski menjadi favorit untuk menang, ia harus menerima kekalahan dari pemain berperingkat 44 dunia, Wong Ling Ching.
Beberapa hari sebelumnya, Gregoria berhasil meraih kemenangan telak dengan skor 21-9, 21-7 dalam waktu hanya 19 menit atas Eaint Chit Phoo dari Myanmar di babak perempat final. Namun, hasil pertandingan kali ini berbeda.
Dalam laga yang digelar di Thamasat University Rangsit Gymnasium, Pathum Tani, Thailand, pada Senin (8/12/2025), Gregoria kalah dengan skor 20-22, 21-15, 16-21 dari Wong. Kemenangan Wong terhadap Gregoria ternyata tidak disangka-sangka oleh banyak pihak.
"Saya tidak mengharapkan kemenangan karena Gregoria adalah pemain yang sangat terampil dan sangat berpengalaman," ujar Wong, seperti dikutip dari New Straits Times.
"Di atas kertas, dia pemain yang lebih baik dan saya tidak ingin kalah dengan buruk dan hanya ingin mencoba dan meraih poin sebanyak yang saya bisa."
Gregoria sendiri masih mengalami gangguan vertigo sejak awal tahun ini. Sementara itu, Wong juga sedang menjalani pengobatan karena baru saja terserang flu. Meskipun demikian, ia tetap berjuang dengan tekad kuat.
Kemenangan atas Gregoria bagi Wong merupakan bentuk penebusan dari kegagalan tahun lalu. Saat Kejuaraan Beregu Asia 2022, Wong gagal menyelamatkan Malaysia dari kekalahan oleh Indonesia di babak perempat final. Ia kalah dengan skor 21-14, 15-21, 16-21 dari Ester Nurumi Tri Wardoyo.
Setelah pertandingan tersebut, Wong sempat menangis saat diwawancarai. "Saya rasa saya sudah memberikan yang terbaik, (tetapi) karena saya tim Malaysia kalah," katanya kepada Astro Arena.
"Ini kali pertama saya main di turnamen beregu, saya harap selanjutnya bisa menyumbang poin untuk Malaysia."
Wong kembali dipercaya untuk tampil di beberapa ajang bergengsi seperti Uber Cup 2024, World University Games 2025, dan kini SEA Games 2025. Kemenangan atas Gregoria menjadi bukti bahwa ia mampu mengalahkan pemain top di ajang beregu.
Selain itu, Wong juga pernah membuat kejutan lain saat Kumamoto Masters 2025 pada Oktober lalu dengan mengalahkan Michele Li, mantan tunggal putri peringkat 10 besar dunia dari Kanada.
Di sisi lain, pelatih tunggal putri, Imam Tohari, menunjukkan ketidakpuasan terhadap performa Gregoria dalam pertandingan melawan Wong.
"Grego saya lihat dari hatinya, dia mau all out gak di sini? Saya lihat kayak setengah-setengah," ucap Tohari.
"Jadi, ada kesempatan menang, tetapi dia membuat kesalahan berkali-kali," ucap mantan pelatih Kento Momota itu.
Tim putri Indonesia akhirnya berhasil meraih kemenangan. Ketertinggalan 1-2 dapat diubah menjadi kemenangan ketat 3-2.
Tunggal putri muda, Mutiara Ayu Puspitasari, menjadi penentu kemenangan setelah mengalahkan Siti Zulaikha di partai kelima.
Indonesia perlu memperkuat posisi tunggal putri mengingat Thailand sebagai lawan di final SEA Games 2025 memiliki tiga tunggal putri terbaik mereka, yaitu Pornpawee Chochuwong (peringkat 6 dunia), Ratchanok Intanon (ke-8), dan Supanida Katethong (ke-12).
Di sektor yang sama, Indonesia diperkuat oleh Putri Kusuma Wardani (ke-7), Gregoria (ke-10), Mutiara (ke-76), serta Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi (ke-85).
Ester Nurumi Tri Wardoyo tidak dibawa ke SEA Games 2025. Setelah menunjukkan performa impresif hingga final Uber Cup, Ester masih berjuang melawan cedera sampai sekarang.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar