Karya Seni dari Daun Nangka Kering yang Menginspirasi
Di Desa Pagentan, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, seorang pemuda bernama Ismail menunjukkan kreativitas luar biasa. Ia berhasil mengubah daun nangka kering yang biasanya dianggap sebagai sampah menjadi karya seni yang bernilai tinggi. Karya-karyanya bahkan sudah menyebar ke berbagai kota di Indonesia.
Ismail memiliki passion seni yang berasal dari ayahnya, seorang pelukis. Namun, ia tidak hanya menggunakan media tradisional seperti kertas atau kanvas. Ia memilih untuk melukis di atas daun nangka kering, sebuah bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar rumahnya. Awalnya, ia hanya mencoba-coba, tetapi hasilnya justru menarik perhatian banyak orang.
Di rumah sederhananya yang terletak di tepi tebing, Ismail tampak fokus dalam menggambar. Lantai rumahnya masih berupa tanah, namun dinding-dindingnya dipenuhi oleh karya seni berupa wajah tokoh nasional. Salah satu karyanya adalah Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Awalnya saya melukis di sandal. Terus di sini kan banyak daun nangka, saya coba-coba ternyata bisa dilukis kemudian dicukil sampai membentuk wajah seseorang. Dan ternyata ada yang tertarik juga, ujarnya saat sedang bekerja.
Proses pembuatan karya seni ini tidaklah rumit. Ismail mulai dengan membuat sketsa di atas daun nangka kering. Setelah itu, daun tersebut dicungkil secara hati-hati hingga membentuk pola wajah. Selanjutnya, daun disemprot dengan pilox untuk mempertegas warna dan akhirnya dibingkai.
Menariknya, satu karya hanya membutuhkan waktu antara satu jam hingga tiga jam. Namun, jika terjadi kesalahan seperti robek, Ismail harus mengulang dari awal.

Saat ini, pemesan lukisan daun kering Ismail sudah datang dari berbagai kota di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Medan, Bali, Yogyakarta, dan kota-kota lainnya. Ia memasarkan karyanya melalui media sosial.
Harga satu lukisan di atas daun nangka kering hanya Rp 100 ribu. Dalam satu bulan, Ismail menerima pesanan antara 10 hingga 15 pesanan. Ia berencana untuk mencoba menggunakan daun jati yang memiliki ukuran lebih lebar untuk karya-karyanya ke depan.
Proses Pembuatan Karya Seni
Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan Ismail dalam menciptakan karya seni dari daun nangka kering:
-
Persiapan Bahan
Ismail memilih daun nangka kering yang sudah layu dan kaku. Daun ini mudah ditemukan di sekitar lingkungan rumahnya. -
Membuat Sketsa
Sebelum mencungkil daun, Ismail membuat sketsa wajah tokoh yang ingin ia lukis. Sketsa ini digambar langsung di atas daun. -
Mencungkil Daun
Dengan alat yang sederhana, Ismail mulai mencungkil daun secara hati-hati agar membentuk pola wajah sesuai sketsa. -
Semprotan Pilox
Setelah bentuk wajah terbentuk, daun disemprot dengan pilox untuk memperkuat warna dan memberikan efek visual yang lebih menarik. -
Pembingkain
Karya seni yang telah selesai dikemas dalam bingkai untuk menjaga keawetannya dan meningkatkan nilai estetika.
Potensi dan Masa Depan Karya Seni Ismail
Karya seni Ismail bukan hanya sekadar kreativitas, tetapi juga menjadi contoh bagaimana sampah bisa diubah menjadi sesuatu yang bernilai. Dengan harga yang terjangkau dan proses pembuatan yang relatif cepat, karya ini menarik minat banyak orang.
Ismail juga berharap dapat memperluas pasar karyanya ke luar negeri. Ia percaya bahwa seni dari daun nangka kering bisa menjadi salah satu cara untuk melestarikan lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat lokal.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar