Reaksi Suami Ayu Puspita Terkait Kasus Penipuan Wedding Organizer
Kasus penipuan yang melibatkan Ayu Puspita, pemilik wedding organizer (WO) Byayupuspita, kini menjadi sorotan publik. Sejumlah pasangan calon pengantin yang terjebak dalam skandal ini mengeluhkan tindakan yang dilakukan oleh WO tersebut. Saat para korban menuntut kejelasan, sang suami justru tidak merespons dengan serius dan tampak acuh tak acuh.
Ayu Puspita kini dikejar oleh ratusan pasangan calon pengantin yang merasa tertipu. Dugaan penipuan ini telah menelan korban sebanyak 230 pasangan dengan kerugian mencapai Rp 16 miliar. WO Ayu Puspita menawarkan paket lengkap untuk pernikahan, mulai dari tempat, dekorasi, katering hingga dokumentasi. Nama WO-nya adalah Byayupuspita.

Akun Instagram Ayu Puspita sudah memiliki verifikasi biru dan memiliki 26 ribu pengikut. Kantor WO Ayu Puspita berada di Jalan H. Siun 2C Nomor 51A, Ceger, Jakarta Timur. Banyak korban mendatangi kantor WO Ayu Puspita di Jalan Beton RT 003/005, Kelurahan Kayu Putih, Jakarta Timur, pada Minggu (7/12/2025).
Menurut Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal, sekitar 200 orang menggeruduk rumah Ayu Puspita. Situasi sempat memanas karena massa menuntut pertanggungjawaban dari pihak wedding organizer. Ketika dicecar pertanyaan, Ayu Puspita awalnya tidak mengungkap keberadaan uang kliennya. Ia membantah bahwa uang tersebut digunakan untuk liburan ke Eropa.
"Gak (jalan-jalan ke Eropa)," kata Ayu. Ia kemudian mengaku uang kliennya digunakan untuk membeli rumah. "Saya menggunakan sebagian dana untuk membayar uang muka rumah, tapi sedang berusaha menjual rumah tersebut untuk mengembalikan uang klien," katanya.
Ramai di Threads netizen menyebut bahwa Ayu Puspita sering kali pergi ke luar negeri. Ia juga diketahui baru saja membeli rumah mewah. "Tadi sudah ke rumah Ayu Puspita WO penipu, ternyata ini rumah baru di tempatin beberapa bulan, bahkan RT RW gak tahu dia tinggal disitu karena baru." Netizen lain mengeluh: "Jangan-jangan duit gue dan ratusan korban lain dipakai buat beli rumah sama dia, rumahnya gede banget coy."
Sementara itu, suaminya justru lepas tangan atas kasus yang dilakukan istrinya. "Saya kan gak ikut apa-apa. Tanya aja di belakang," katanya. Ia mengaku tidak ikut terlibat dalam bisnis wedding organizer Ayu Puspita. "Saya gak terlibat usahanya, yang terlibat mas Dimas, Mbak .... Bisnis keluarga juga kan," kata suami Ayu.
Kasus dugaan penipuan WO Ayu Puspita pertama kali muncul dari keluhan pengantin. Dalam acara pernikahannya digelar tanpa ada ketering pada Sabtu (6/12/2025). Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan bahwa polisi masih melakukan penyelidikan. Polisi juga telah menerima sejumlah laporan terkait dugaan penipuan Ayu Puspita.
"Kita sudah menerima laporan dari para korban WO itu, dari semalam ada lima orang dari pihak WO itu sekarang lagi kita periksa," katanya. Polisi pun sudah memeriksa lima orang terkait penipuan WO Ayu Puspita. "Sudah termasuk Ayu Puspita dan stafnya," katanya.
Acara Pernikahan yang Berujung Kekacauan
Nana, seorang saudara dari pasangan pengantin, bercerita tentang kelakuan Ayu Puspita. Ia mengatakan bahwa mempelai pengantin sampai menangis karena tidak ada makanan di acaranya pada Sabtu (6/12/2025). "Acara sudah mulai, katering gak ada sama sekali," katanya. Berulang kali keluarga menghubungi WO Ayu Puspita, namun makanan tetap tidak tersedia.
"Saat dihubungi bilangnya sudah dekat, tapi minta share location gak dikasih," katanya. Sampai akhirnya keluarga memesan makanan secara online. "Keluarga akhirnya inisiatif Go Food dadakan apapun sebisanya. Jadi datang makanan kebab, pizza begitu. Tetapi nggak cukup tamunya cukup banyak," ujarnya. Situasi tersebut membuat suasana acara berubah tegang. Kedua mempelai yang semestinya berbahagia justru menangis di panggung karena masalah itu.
"Pakdeku orang tua mempelai pria sudah lemas sesak dada. Orang tua mempelai wanita turun panggung duluan sebelum acara selesai," ujarnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar