
Penyebab Kortisol Tinggi yang Sering Diabaikan
Kortisol sering disebut sebagai "hormon stres" karena perannya dalam membantu tubuh merespons ancaman. Namun, ketika kadar kortisol tetap tinggi secara terus-menerus, ini bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Kondisi ini bisa dipicu oleh kebiasaan buruk sehari-hari yang sering kali dianggap remeh.
Berikut adalah lima kebiasaan utama yang dapat mengganggu ritme normal kortisol:
-
Kurang Tidur Malam
Tidur adalah waktu di mana tubuh menurunkan kadar kortisol ke titik terendah. Jika seseorang kurang tidur, tubuh tidak mampu menurunkan hormon ini pada malam hari. Akibatnya, respons stres meningkat dua kali lipat keesokan harinya, sehingga membuat seseorang lebih mudah marah atau cemas. -
Olahraga Berlebihan (Overtraining)
Olahraga memang bisa meningkatkan kortisol secara singkat, namun seharusnya kembali normal setelahnya. Namun, jika latihan dilakukan dengan intensitas tinggi tanpa istirahat yang cukup, ini akan mengganggu Sumbu HPA (jalur komunikasi otak ke kelenjar adrenalin). Dampaknya, tubuh tidak lagi beradaptasi dengan sehat dan justru terjebak dalam kondisi stres fisik yang berkepanjangan. -
Konsumsi Kafein Berlebihan
Kafein bekerja sebagai stimulan yang memicu kewaspadaan dengan cara meningkatkan kortisol. Risikonya, jika seseorang mengonsumsi kafein saat sedang mengalami stres berat, efeknya akan berlipat ganda. Hal ini membuat tubuh berada dalam mode "siaga tempur" lebih lama dari yang seharusnya. -
Melewatkan Waktu Makan (Terutama Sarapan)
Banyak orang tidak menyadari bahwa rasa lapar adalah bentuk stres bagi tubuh. Saat perut kosong terlalu lama, kortisol akan naik secara otomatis untuk menjaga kadar glukosa darah agar tetap stabil. Melewatkan makan secara rutin akan mengubah ritme kortisol normal yang seharusnya sinkron dengan metabolisme tubuh. -
Paparan Layar dan Cahaya Biru
Menatap layar ponsel atau laptop terlalu lama, terutama menjelang tidur, berdampak buruk pada hormon. Cahaya biru dari layar dapat menekan hormon melatonin, yang bertugas mengatur tidur. Dampaknya, gangguan pada ritme sirkadian memicu lonjakan kortisol di sore hingga malam hari, padahal seharusnya itu adalah waktu bagi tubuh untuk rileks.
Memperbaiki Kebiasaan untuk Menyeimbangkan Kortisol
Menyeimbangkan kortisol bukan hanya tentang menghindari masalah besar, tetapi juga memperbaiki rutinitas kecil. Beberapa langkah awal yang bisa dilakukan antara lain:
- Memperbaiki jam tidur agar tubuh memiliki waktu yang cukup untuk menurunkan kadar kortisol.
- Memberikan jeda pada olahraga agar tubuh tidak terlalu lelah dan tetap bisa beradaptasi dengan baik.
- Memperhatikan asupan nutrisi, termasuk menghindari konsumsi kafein berlebihan dan menjaga pola makan yang teratur.
Dengan memperhatikan kebiasaan-kebiasaan ini, seseorang dapat menurunkan tingkat kegelisahan harian dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar