Tantangan 10% Free Float Saat IPO, Ini Komentar Ahli


nurulamin.pro,
JAKARTA — Wacana peningkatan batas minimal free float saham perdana menjadi 10% dinilai masih jauh dari realisasi. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa saat ini saja banyak perusahaan terbuka (emiten) yang belum mampu memenuhi aturan free float minimal 7,5% yang berlaku di pasar modal Indonesia.

Pengamat Pasar Modal Teguh Hidayat menyatakan bahwa persentase kepemilikan saham publik di beberapa emiten hanya berada di kisaran 4% hingga 5%. Kondisi ini menunjukkan bahwa masih banyak perusahaan yang harus melakukan perbaikan struktur kepemilikan sahamnya sebelum regulasi dinaikkan.

"Sebelum batasnya dinaikkan, lebih baik OJK atau BEI fokus dulu pada perusahaan yang sudah ada karena banyak yang belum mencapai 7,5%," ujarnya dalam wawancara baru-baru ini.

Menurutnya, masalah semakin rumit karena sebagian porsi free float justru masih dikuasai pihak satu grup, bukan investor publik murni. Ia menyarankan agar dilakukan pemeriksaan ulang. "Beberapa yang sudah memenuhi juga pemegang saham publiknya masih sesama grupnya. Itu harus diperbaiki dulu," tambahnya.

Lebih lanjut, pasar juga masih melihat kekuatan peran pemodal besar atau "bandar" dalam menentukan arah harga saham. Meski secara teori peningkatan free float akan meningkatkan kedalaman pasar, kenyataannya distribusi saham bisa tidak merata.

Tidak hanya itu, pelepasan kepemilikan saham juga harus dilakukan secara bertahap agar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak langsung mengalami penurunan tajam.

Teguh menilai pasar saham Indonesia masih kesulitan untuk menyerap pelepasan saham tersebut. Hal ini dapat dilihat dari komposisi investor domestik yang menjadi penopang IHSG. Sementara itu, investor asing masih melakukan aksi keluar pasar.

"Nilainya Rp21 triliun bagi investor asing mungkin kecil tapi kalau bagi investor domestik yang mendominasi itu berat," imbuhnya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. nurulamin.pro tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan