Tanya Ustaz: Jumlah Rakaat dan Cara Sholat Tarawih

Tanya Ustaz: Jumlah Rakaat dan Cara Sholat Tarawih

Penjelasan Mengenai Sholat Tarawih dan Jumlah Rakaatnya

Sholat tarawih merupakan salah satu bentuk ibadah sunnah yang dianjurkan selama bulan Ramadan. Dalam konteks ini, Ustaz Purno Budi, S.PD.I, M.SI, seorang pendakwah terkenal, memberikan penjelasan mengenai tata cara pelaksanaannya serta jumlah rakaat yang dilakukan.

Perbedaan Ibadah Wajib dan Sunnah

Pertama-tama, perlu dipahami bahwa dalam Islam ada dua jenis ibadah, yaitu wajib dan sunnah. Ibadah wajib adalah yang harus dilakukan oleh setiap muslim, sementara ibadah sunnah bersifat tambahan dan tidak diwajibkan. Di antara ibadah sunnah, terdapat pula sunnah muakkadah, yang merupakan ibadah sunnah yang sangat ditekankan dan disarankan untuk dilakukan.

Hukum sholat tarawih sendiri adalah sunnah, sehingga posisinya berada di bawah ibadah wajib dan sunnah muakkadah. Dalam rangkaian ibadah malam, sholat isya menjadi prioritas utama, diikuti dengan sholat sunnah rawatib, lalu sholat tarawih. Meskipun demikian, sholat tarawih tetap sangat dianjurkan dan menjadi bagian dari tradisi para sahabat Nabi Muhammad SAW.

Waktu Pelaksanaan Sholat Tarawih

Sholat tarawih dilakukan pada waktu malam, setelah sholat isya sampai menjelang subuh. Waktu yang paling umum digunakan adalah setelah sholat isya, kemudian diisi dengan kultum atau kegiatan lainnya, lalu dilanjutkan dengan sholat tarawih. Namun, waktu pelaksanaan bisa juga dimulai tengah malam, seperti jam 12, 1 atau menjelang sahur, yaitu jam 2 atau 3. Pemilihan waktu ini tentu saja disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing individu.

Jumlah Rakaat dalam Sholat Tarawih

Salah satu pertanyaan yang sering diajukan adalah tentang jumlah rakaat dalam sholat tarawih. Berdasarkan empat mazhab besar dalam Islam, terdapat perbedaan pendapat:

  • Mazhab Hanafi: 20 rakaat tarawih ditambah witir 3 rakaat, total 23 rakaat.
  • Mazhab Maliki: 36 rakaat tarawih ditambah witir 3 rakaat, total 39 rakaat.
  • Mazhab Syafi'i: 20 rakaat tarawih ditambah witir 3 rakaat, total 23 rakaat.
  • Mazhab Hambali: Sama dengan mazhab Syafi'i, yaitu 20 rakaat tarawih dan witir 3 rakaat.

Namun, dalam praktik kehidupan masyarakat sehari-hari, banyak orang yang melaksanakan sholat tarawih dengan jumlah 11 rakaat. Pertanyaannya, apakah hal ini bertentangan dengan pendapat empat mazhab tersebut?

Penjelasan Mengenai Sholat Tarawih 11 Rakaat

Perlu diketahui bahwa mazhab dalam Islam bukan hanya terbatas pada empat mazhab tersebut. Ada banyak mazhab lain yang muncul dari pengikut ulama tertentu. Beberapa dari mereka memutuskan bahwa sholat tarawih hanya 11 rakaat. Contohnya, Muhammadiyah dan MTA (Majelis Tafsir Al-Qur’an) menggunakan hukum 11 rakaat sebagai dasar pelaksanaannya.

Dalil yang digunakan adalah bahwa Nabi Muhammad SAW pernah melakukan sholat malam sebanyak 11 rakaat, termasuk di bulan Ramadan. Oleh karena itu, meskipun terdapat perbedaan pendapat, semua versi memiliki dalil masing-masing. Kehadiran perbedaan ini disebut sebagai khilafiyah, yaitu perbedaan pendapat dalam hukum agama, yang tidak perlu menimbulkan perselisihan.

Cara Melaksanakan Sholat Malam

Sholat malam terbagi menjadi beberapa jenis. Secara umum, ada dua cara utama:

  • Dua rakaat-dua rakaat salam: Setiap dua rakaat diakhiri dengan salam.
  • Empat rakaat-empat rakaat salam: Empat rakaat dilakukan tanpa tahiyat awal, karena merupakan sholat sunnah.

Untuk sholat witir, biasanya dilakukan tiga rakaat secara langsung tanpa tahiyat awal. Namun, ada juga yang memecahnya menjadi dua rakaat dan satu rakaat.

Kesimpulan

Sholat tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, baik secara individual maupun berjamaah. Meskipun terdapat perbedaan jumlah rakaat antara mazhab, penting untuk saling menghargai dan tidak saling merendahkan. Semua pendapat memiliki dasar yang kuat, dan yang terpenting adalah niat dan kesungguhan dalam beribadah.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan