
Perayaan HUT ke-6 FPPJ Berlangsung Meriah
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) berlangsung dengan penuh semangat di Gelanggang Remaja, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, pada Kamis (11/12/2025). Acara ini menjadi momen penting bagi FPPJ dalam merayakan perjalanan mereka selama enam tahun terakhir.
Berbagai organisasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, serta jejaring aktivis turut hadir dalam acara tersebut. Mereka memberikan dukungan dan apresiasi atas kiprah FPPJ dalam mendukung visi Jakarta sebagai kota global.
Ketua Umum FPPJ, Endriansyah, menyampaikan bahwa momentum HUT kali ini tidak hanya penuh rasa syukur, tetapi juga sarat makna. Ia menegaskan komitmen FPPJ untuk terus mendukung dan mengawal visi Jakarta sebagai kota besar yang maju.
Enam tahun bukanlah waktu singkat dalam perjalanan pengabdian, ujarnya. Ia menambahkan bahwa dukungan akan diberikan secara profesional, sambil tetap menyampaikan otokritik yang elegan demi penyempurnaan kebijakan dan peningkatan layanan publik.
Menurutnya, sebuah kota besar hanya bisa menjadi besar jika pemerintahnya terbuka dan masyarakat sipilnya berani berbicara jujur.
Penampilan Spektakuler dari Para Penari Disabilitas
Puncak kemeriahan acara terlihat saat lima penari disabilitas tampil mempersembahkan Tari Wak Wak Gung, tarian tradisional khas DKI Jakarta. Mereka terdiri dari tiga perempuan dan dua laki-laki, tampil percaya diri dengan busana adat Betawi bernuansa merah dan oranye.
Penampilan mereka disaksikan oleh sekitar 100 orang yang hadir, termasuk para orang tua penari. Banyak yang antusias dan tidak ingin melewatkan momen tersebut. Mereka merekam penampilan menggunakan gawai masing-masing, sesekali memberikan senyum dan tawa penuh kebanggaan.
Siti (49), ibu dari salah satu penari bernama Aden (20), mengungkapkan rasa bangga dan haru karena panitia memberikan ruang bagi anak-anak disabilitas untuk menunjukkan bakat mereka. Ia bersyukur latihan rutin di Sanggar Belantara Budaya Indonesia tidak sia-sia.
Saya senang ada perhatian untuk anak kami yang disabilitas. Terharu karena mereka diberi ruang tampil, itu sudah nilai plus, ujarnya. Ia berharap kegiatan serupa dapat diadakan secara rutin, bahkan menyarankan Pemprov DKI Jakarta untuk memfasilitasi perlombaan tari khusus kelompok disabilitas.
Menurutnya, hingga kini belum tersedia kompetisi tari yang memang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas. Anak kami butuh ruang untuk mengeksplor kemampuan. Kami ingin menunjukkan bahwa mereka mampu seperti anak lainnya. Selama ini hanya ada lomba bakat umum, belum spesifik untuk menari, tutupnya.
Keberagaman dan Partisipasi Aktif Masyarakat
Selain penampilan tari, acara HUT ke-6 FPPJ juga menampilkan berbagai kegiatan lain yang melibatkan masyarakat. Mulai dari diskusi panel tentang peran pemuda dalam pembangunan kota, hingga pameran seni yang menampilkan karya-karya lokal.
Para peserta juga berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan tokoh-tokoh masyarakat dan aktivis yang hadir. Diskusi yang terjadi mencerminkan semangat kolaborasi dan komitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Jakarta.
Tidak ketinggalan, banyak peserta yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berbagi pengalaman dan ide-ide segar tentang bagaimana meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kebijakan publik.
Kesimpulan
Perayaan HUT ke-6 FPPJ berhasil menciptakan suasana yang hangat dan penuh makna. Dengan berbagai kegiatan yang dilakukan, acara ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat semangat kebersamaan dan komitmen bersama dalam membangun Jakarta yang lebih baik.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar