Tasikpedia diluncurkan, jadi sumber pengetahuan lengkap Tasikmalaya

Tasikpedia diluncurkan, jadi sumber pengetahuan lengkap Tasikmalaya

Penyusunan Buku Tasikpedia dan Tasik Bertutur untuk Meningkatkan Kesadaran Warga

Pemerintah Kota Tasikmalaya resmi meluncurkan dua buku yang menjadi rujukan pengetahuan komprehensif tentang sejarah, budaya, hingga perkembangan wilayah Tasikmalaya. Kedua buku tersebut adalah Tasikpedia dan Tasik Bertutur. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Kang Diky Chandra, menyampaikan apresiasinya terhadap hadirnya dua buku tersebut karena dinilai penting untuk memperkuat identitas warga Kota Tasikmalaya.

Diky menilai, kehadiran Tasikpedia dan Tasik Bertutur dapat menjadi sumber rujukan yang membuka wawasan masyarakat, terutama generasi muda. Ia berharap anak muda Tasik bisa tahu apa-apa yang pernah dan sedang berkembang di kota ini. Hal ini diharapkan mampu menimbulkan rasa bangga dan kesadaran untuk membangun Tasik melalui potensi yang ada di kota ini.

Buku Tasik Bertutur memiliki peran penting dalam mengenalkan sejarah wilayah-wilayah di Tasikmalaya. Diky menilai buku ini bermanfaat mulai dari jenjang sekolah hingga untuk sineas sebagai acuan cerita dalam industri kreatif perfilman.

Tujuan Penyusunan Tasikpedia

Perwakilan tim penyusun, Fery Ferdinan, menjelaskan bahwa penyusunan Tasikpedia yang memiliki 413 halaman dilakukan untuk menghimpun informasi Tasikmalaya secara lengkap dalam satu buku. Ia menyebutkan bahwa sebelumnya memang sudah ada sejumlah buku yang memuat informasi tentang Tasikmalaya, namun isinya masih terpisah-pisah. Ada buku yang hanya membahas sejarah, ada pula yang menyoroti sisi tertentu saja, sehingga masyarakat yang membutuhkan informasi lengkap sering kali kesulitan mendapatkan gambaran utuh.

Karena itulah ia menyusun Tasikpedia sebagai satu kesatuan referensi yang menyeluruh. Ia menjelaskan bahwa buku ini memuat segalanya, mulai dari sejarah, ekonomi, budaya, dan lainnya. Termasuk juga hal kelam kota Tasikmalaya, seperti kerusuhan dan lainnya.

Fery menyebutkan bahwa penyusunan dilakukan dengan menggabungkan berbagai referensi agar informasi menjadi lebih utuh dan mudah diakses oleh masyarakat. Ia mencontohkan, dalam sejarah mungkin kita hanya diajarkan bagaimana perang Ambarawa terjadi. Sementara di Tasik juga ada perang Karangresik. Itu kan tidak diajarkan.

Ia berharap Tasikpedia dapat memenuhi kebutuhan informasi siapa pun secara komprehensif.

Isi dan Tujuan Tasik Bertutur

Selain itu, Fery juga mengungkapkan mengenai buku Tasik Bertutur yang memiliki 402 halaman, bahwa mayoritas isinya membahas toponimi atau asal-usul nama tempat di Tasikmalaya. Ia menyebutkan bahwa hampir 70 persen isinya berisi toponimi. Ada juga tentang cagar budaya dan situs sejarah. Buku ini juga disusun atas keprihatinan akan pengetahuan tentang Tasik.

Fery menambahkan, proses penyusunan kedua buku tersebut memakan waktu sedikitnya empat tahun. Ia memastikan informasi yang disajikan tidak hanya menjelaskan asal-usul wilayah, tetapi juga makna dan karakteristiknya.

Manfaat bagi Masyarakat

Dengan adanya dua buku ini, diharapkan masyarakat, terutama generasi muda, dapat lebih memahami sejarah dan budaya kota mereka. Buku-buku ini juga diharapkan menjadi referensi yang kaya akan informasi dan dapat digunakan dalam berbagai bidang, baik pendidikan maupun industri kreatif.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan