Teka-Teki Bupati yang Karaoke Saat Aceh Kebanjiran Bantuan

Teka-Teki Bupati yang Karaoke Saat Aceh Kebanjiran Bantuan

Gubernur Aceh Menangis Atas Kebijakan Bupati yang Dianggap Tidak Bertanggung Jawab

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, menunjukkan emosinya ketika menghadapi bencana alam yang melanda wilayahnya. Dalam wawancara dengan Najwa Shihab, Mualem tidak bisa menahan air matanya saat membahas perilaku sejumlah kepala daerah yang dianggap tidak bertanggung jawab dalam menghadapi krisis.

Beberapa bupati di Aceh disebut tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Bahkan, ada laporan bahwa beberapa dari mereka justru memilih untuk berkaraoke sementara rakyat sedang kesulitan akibat banjir dan longsor. Hal ini memicu kemarahan publik terhadap para pemimpin daerah tersebut.

Perilaku Bupati yang Menyedot Perhatian Publik

Banyak masyarakat Aceh merasa kecewa dengan sikap sejumlah bupati yang dianggap tidak responsif. Salah satu contohnya adalah Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, yang dikabarkan pergi umrah saat kondisi darurat sedang berlangsung. Ini menjadi salah satu contoh bagaimana sebagian kepala daerah tidak memberikan perhatian yang cukup terhadap warga mereka.

Selain itu, beberapa bupati juga menerbitkan surat ketidaksanggupan dalam menangani dampak bencana. Surat tersebut diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah pusat untuk menetapkan status darurat nasional. Dengan demikian, bantuan lebih besar dapat dialirkan kepada korban bencana di Aceh.

Tanggung Jawab Pemimpin Daerah

Mualem menyatakan bahwa para kepala daerah seharusnya menjadi teladan dalam situasi seperti ini. "Mereka dipilih oleh rakyat, kenapa bilal terjadi kejadian begini mereka kewalahan, mereka seperti acuh tak acuh tidak tanggung jawab," ujarnya.

Kondisi yang dihadapi warga sangat memprihatinkan. Rumah-rumah hilang disapu banjir, akses jalan dan jembatan hancur, makanan tidak tersedia, serta kebutuhan obat-obatan sangat mendesak. Namun, banyak dari para bupati justru tidak memberikan dukungan yang cukup.

Tindakan Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa tidak seorang pun pemimpin boleh meninggalkan rakyatnya saat sedang kesusahan. Ia bahkan meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk segera memecat bupati-bupati yang dianggap tidak bertanggung jawab.

"Kalau yang mau lari, lari aja gak apa-apa. Copot langsung. Mendagri bisa ya diproses?" tanya Presiden ke Mendagri.

"Bisa pak," jawab Tito Karnavian.

Prabowo juga menyampaikan bahwa perilaku seperti itu sama saja dengan desersi, yaitu meninggalkan anak buah dalam keadaan bahaya. "Itu kalau tentara tuh desersi tuh. Dalam keadaan bahaya meninggalkan anak buah. Waduh, itu gak bisa tuh."

Reaksi Partai Terhadap Bupati yang Dipecat

Mirwan MS, yang merupakan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Aceh Selatan, telah dipecat dari partai setelah insiden tersebut. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiano, memastikan bahwa Mirwan sudah dikeluarkan dari partai.

"Sudah saya pecat," kata Sugiano.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa partai tidak akan melindungi anggota yang dianggap tidak bertanggung jawab. "Saya gak mau tanya partai mana," katanya.

Kondisi Wilayah yang Terdampak

Mualem menyebutkan bahwa 18 kabupaten di Aceh terkena dampak bencana, dengan Tamiang menjadi wilayah paling parah. "Tapi yang terjadi bencana di Tamiang. Saya rasa masih ada mobil yang dibawa arus dan di dalamnya masih ada mayat," katanya.

Selain Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Takengon, dan sebagian Bireun juga mengalami dampak serius dari bencana ini.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan