
Isu Energi Tahun 2025: Tantangan dan Peluang di Tengah Ketidakpastian Global
Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi Indonesia dalam menghadapi isu energi. Dinamika geopolitik, fluktuasi harga energi dunia, serta meningkatnya kebutuhan energi domestik membuat ketahanan energi menjadi isu prioritas sepanjang tahun terkini. Di tengah situasi ini, agenda transisi energi terus berjalan dengan berbagai tantangan dan perencanaan.
Pemerintah berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi nasional, kesiapan infrastruktur, dan stabilitas ekonomi nasional. Hal ini penting agar proses transisi tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi maupun daya saing industri nasional.
Situasi ini menuntut evaluasi terus-menerus terhadap kebijakan energi di masa depan. Tahun 2025 menjadi momen strategis untuk menyusun langkah-langkah baru dalam strategi energi nasional yang lebih tangguh, berkala, dan sejalan dengan tujuan pembangunan dan keamanan nasional.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Purwanto Yusgiantoro Center (PYC) mengadakan forum bertajuk “Kaleidoskop Energi: Refleksi Isu Energi 2025 dan Outlook 2026” pada hari Selasa, 13 Januari. Acara ini diselenggarakan di Soehanna Hall, The Energy Building, SCBD, Jakarta Selatan.
Forum terbuka ini memberikan platform bagi para pemangku kepentingan untuk mengevaluasi permasalahan isu energi sepanjang tahun 2025 serta merumuskan kebijakan energi nasional untuk tahun 2026.
Dalam agenda forum juga dipresentasikan Outlook Energi Nasional 2026 oleh Dewan Energi Nasional (DEN). Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal DEN, Dadan Kusdiana, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Faktor seperti percepatan transisi energi, dinamika geopolitik, serta tekanan ekonomi internasional menjadi sorotan utama. Ketua Umum Purwanto Yusgiantoro Center, Dr. Filda C. Yusgiantoro, dalam pemaparannya mengenai isu-isu energi sepanjang tahun 2025, menekankan bahwa tahun tersebut merupakan fase penting dalam perjalanan transisi energi Indonesia.
"Target dalam sektor energi tidak hanya berpusat pada isu pasokan dan harga, tetapi juga menyangkut aspek keberlanjutan, keamanan nasional, serta daya saing ekonomi Indonesia di masa depan," ujarnya.
Paparan Outlook Energi Nasional 2026 menunjukkan proyeksi kebutuhan energi nasional, arah kebijakan bauran energi, serta fokus strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi. Presentasi ini memperlihatkan langkah-langkah yang perlu diambil untuk menghadapi perubahan global dan menjaga stabilitas sektor energi.
Diskusi dalam forum semakin kaya dengan kontribusi dari berbagai pihak, termasuk Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Luar Negeri, dan Pertamina Energy Institute. Para pembicara membahas kaitan vital antara sektor energi dengan pengembangan ekonomi nasional, investasi energi, hingga upaya transformasi struktural.
Kegiatan Kaleidoskop Energi 2025 menjadi bagian dari program tahunan PYC yang rutin memperkuat pihak-pihak terkait dari berbagai sektor. Mulai dari kementerian dan lembaga pemerintah, BUMN, pelaku usaha, akademisi, hingga organisasi masyarakat dan lembaga kebijakan energi turut dilibatkan.
Melalui forum ini, PYC berharap dapat menciptakan ruang berdiskusi berbasis riset yang berkualitas untuk mendukung perumusan kebijakan energi nasional yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar