Teknologi Bea Cukai Membuat Menkeu Purbaya Terkesan, 16.000 Pegawai Tidak Dipecat?

Pembaruan Teknologi dan Kinerja DJBC

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) telah resmi memperkenalkan alat pemindai peti kemas X-Ray di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Alat ini memiliki kemampuan untuk mendeteksi bahan nuklir dan zat radioaktif dalam kontainer, yang merupakan langkah penting dalam meningkatkan keamanan dan pengawasan impor.

Selain itu, DJBC juga meluncurkan sistem Trade AI, sebuah aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk menganalisis impor dengan lebih akurat. Sistem ini diproyeksikan mampu mendeteksi manipulasi nilai transaksi seperti underinvoicing dan overinvoicing, serta memantau potensi pencucian uang berbasis perdagangan. Fitur-fitur yang tersedia mencakup klasifikasi barang, validasi dokumen, verifikasi asal barang, dan rekomendasi profil risiko importir.

Trade AI akan terintegrasi dengan CEISA 4.0 dan SSR-Mobile. Aplikasi Self Service Report Mobile (SSR-Mobile) sebelumnya telah diperkenalkan di PT Multistrada Arah Sarana, Cikarang, pada Selasa (09/12/2025). Pelaporan mandiri melalui aplikasi ini memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam menjalankan proses administrasi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kekagumannya terhadap sistem canggih yang dibuat oleh DJBC hanya dalam waktu dua pekan. Ia menilai bahwa para pegawai Bea Cukai sangat pintar, meskipun perlu diarahkan melalui kritik yang tegas. Menkeu Purbaya menyatakan bahwa sistem tersebut mencakup pemindai peti kemas dan aplikasi Trade AI yang dirancang untuk mencegah praktik underinvoicing serta berbagai bentuk kecurangan lainnya.

"Awalnya saya hampir tidak percaya, saya pikir mereka membeli. Tapi ternyata mereka membuat sendiri, jadi orang kita cukup pintar," ujarnya dikutip dari KOMPAS.COM, Sabtu (12/12/2025).

Menkeu Purbaya juga mengapresiasi upaya perbaikan pelayanan yang terus dilakukan institusi tersebut. Ia menilai bahwa para pegawai DJBC sangat cerdas, namun kecerdasan mereka perlu diarahkan melalui kritik yang tegas.

"Bea Cukai sudah cukup bergerak cepat dalam beberapa minggu terakhir. Rupanya memang orang Bea Cukai pintar-pintar, hanya tinggal digebukin saja, digebuk-gebuk, dua minggu keluar," kata Menkeu Purbaya.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya sempat mengancam akan membekukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) jika masih terus terjadi penyimpangan yang dilakukan oleh pegawai DJBC di lapangan. Sebanyak 16.000 pegawai DJBC terancam dirumahkan jika pembekuan itu benar-benar dilakukan.

"Kalau memang tidak bisa perform ya kita bekukan. Dan betul-betul beku, artinya 16.000 pegawai bea cukai kita rumahkan," ujarnya dikutip dari KOMPAS.com, Rabu (3/12/2025).

Pembekuan total dianggap sebagai langkah terakhir oleh Menkeu Purbaya. Ia menilai bahwa DJBC harus diberi kesempatan memperbaiki diri sebelum pemerintah mengambil keputusan tersebut. Menkeu Purbaya telah meminta waktu kepada Presiden untuk melakukan pembenahan internal terlebih dahulu, yang direncanakan berlangsung selama setahun ke depan.

Menkeu Purbaya menilai masih banyak pegawai DJBC yang berkinerja baik dan bisa diajak bekerja sama untuk memperbaiki kinerja DJBC. Namun jika didapati ada pegawai yang tidak mau berubah menjadi lebih baik, maka ia tidak akan segan untuk memecatnya.

"Dalam prosesnya akan kelihatan yang mana yang bisa gabung yang mana yang nggak. Nanti yang nggak bisa gabung, yang nggak bisa mengubah diri, ya saya akan selesaikan langsung dengan cepat," tegas Menkeu Purbaya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan