
Telkom Indonesia Meluncurkan Program Digitalisasi Kesehatan di Papua Barat Daya
Telkom Indonesia mengimplementasikan kolaborasi ekosistem kesehatan digital di lima lokasi posyandu di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Program tanggung jawab sosial lingkungan ini bertujuan membantu pemerintah daerah mencapai target penurunan stunting hingga 14 persen, dengan memanfaatkan teknologi digital untuk memantau kesehatan ibu hamil dan balita.
Sebagai puncak kegiatan program yang berlangsung selama setahun, dilaksanakan penyampaian laporan program kolaborasi Intervensi Penanganan Stunting di Papua Barat Daya melalui Implementasi Ekosistem Kesehatan Digital pada 4 Desember 2025 lalu. Acara tersebut digelar di kantor Telkom Witel Papua Barat, gedung Grha Merah Putih Sorong, dan dihadiri sejumlah pejabat dari Papua Barat Daya, Pemkot Sorong, dan Pemkab Sorong.
Beberapa peserta antara lain Asisten I Pemerintahan dan Kesra, Setda Provinsi Papua Barat Daya Suardi Thamal didampingi Kepala Dinas Kominfo, Statistik, dan Persandian Irma Riyani Soelaiman. Selanjutnya hadir Kepala Dinas Kominfo Kota Sorong James Burung, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong Ronny Ch. N. Kalesaran, Kepala Puskesmas Malawili, Sorong Kota, Sorong Barat, dan Kepala Puskemas Sorong Utara, Kepala SMA Averos, serta kader posyandu.
Suardi Thamal mengapresiasi Telkom Indonesia atas inisiasi program sosial ini dengan berkolaborasi dengan pemerintah. "Upaya ini sangat relevan dengan kebutuhan Papua Barat Daya saat ini, yakni memperkuat pelayanan dasar melalui inovasi dan percepatan teknologi," ujarnya.
Menurutnya, melalui implementasi teknologi digital pada ekosistem kesehatan, diharapkan dapat membantu problem prioritas daerah seperti mempercepat pengumpulan data yang valid serta secara real-time. Kemudian memudahkan ibu dan tim kesehatan dalam memantau perkembangan kesehatan anak.
"Selain itu terintegrasinya layanan kesehatan public yang lebih baik, sehingga memberikan informasi yang relevan berbasis data dalam pengambil keputusan," ucap Suardi.
General Manager Telkom Witel Papua Barat Eric Mauritz H.L. Tobing mengatakan, program ini merupakan komitmen nyata perusahaan dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui inovasi digital yang terintegrasi. Sesuai misi, Telkom Indonesia hadir guna mempercepat pembangunan infrastruktur dan platform digital cerdas yang berkelanjutan, ekonomis, dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat.
Selain itu mengorkestrasi ekosistem digital untuk memberikan pengalaman digital pelanggan terbaik. "Pendekatan digital health kami harapkan dapat memperkuat layanan posyandu dan membantu pemerintah daerah memiliki data kesehatan yang lebih akurat sehingga intervensi stunting dapat dilakukan lebih tepat sasaran," ujar Eric.
Program, lanjutnya, merupakan kolaborasi bersama dinkes, puskesmas, komunitas, serta sektor pendidikan oleh SMA Averos Sorong sebagai pengembang aplikasi. Ini sebagaimana amanah bahwa penanganan stunting tidak dapat berjalan hanya mengandalkan peran pemerintah saja.
"Dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak seperti bisnis, akademisi, komunitas, dan pemerintah untuk ikut terlibat dalam intervensi penanganan stunting, serta perlunya mengaktifkan kembali peran posyandu sebagai garda terdepan dalam aspek kesehatan," kata Eric.
Ia menambahkan, Telkom juga membantu implementasi aplikasi Baby Pos, platform pencatatan digital yang memudahkan kader posyandu merekam data tinggi badan, berat badan, status gizi, dan perkembangan kesehatan anak secara digital. Hingga November 2025, terdapat 50 kader posyandu dan tim kesehatan telah dilatih dengan aplikasi digital, serta 238 ibu hamil dan 256 balita terlibat dalam program pilot project yang berlangsung di lima posyandu terpilih.
"Penggunaan aplikasi tersebut terbukti membuat proses pencatatan lebih cepat dan akurat, serta memberikan akses informasi kesehatan yang lebih mudah bagi masyarakat," ucap Eric.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar