
Telkomsel Berkomitmen pada Keberlanjutan dengan Program Berbagi Hepi dengan Donasi Poin
Telkomsel terus menegaskan komitmennya terhadap penguatan agenda keberlanjutan melalui program Berbagi Hepi dengan Donasi Poin. Inisiatif ini mengajak pelanggan untuk terlibat langsung dalam aksi pemulihan ekosistem pesisir. Dalam kerja sama dengan platform Kitabisa, Telkomsel melakukan penanaman 3.000 bibit lamun serta membangun Rumah Kultivasi Lamun di Pantai Karapyak, Kabupaten Pangandaran. Upaya ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas kontribusi pada praktik bisnis berkelanjutan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).
Program donasi ini memungkinkan pelanggan Telkomsel untuk mengkonversi Telkomsel Poin menjadi kontribusi nyata terhadap restorasi lingkungan. Mekanisme yang mudah memungkinkan masyarakat berpartisipasi tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan. Inisiatif ini berhasil mempertemukan kepedulian masyarakat dengan upaya perusahaan menjaga ekosistem pesisir, khususnya lamun, yang memiliki fungsi ekologis penting tetapi sering terabaikan.
Lamun dikenal sebagai paru-paru laut karena kemampuannya menyerap karbon dalam jumlah besar, menstabilkan sedimen dasar laut, serta menjadi habitat bagi beragam biota laut. Kondisi ekosistem lamun yang sehat berpengaruh langsung terhadap keberlanjutan rantai ekonomi pesisir. Oleh karena itu, kehadiran program ini dinilai dapat memberikan dampak ekologis sekaligus sosial jangka panjang.
General Manager Mobile Consumer Business Region Jawa Barat Telkomsel, Anandoz Bangsawan, menyampaikan bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan gerakan kolektif dan partisipasi berbagai lapisan masyarakat. Ia menyebutkan bahwa pelestarian iklim untuk menyelamatkan bumi menuntut aksi kolektif yang nyata dari semua pihak. Telkomsel sangat bersyukur atas partisipasi dan antusiasme pelanggan serta berbagai pihak dalam program Berbagi Hepi dengan Donasi Poin.
Melalui program yang membawa aksi nyata penanaman Lamun dan pembangunan rumah konservasi, Telkomsel tidak hanya hadir dengan program CSR perusahaan, melainkan sebagai sarana yang memungkinkan setiap pelanggan menjadi pahlawan lingkungan. Ia berharap inisiatif ini memberikan dampak ganda berupa pemulihan ekosistem sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi arah baru program CSR Telkomsel yang semakin mengedepankan kolaborasi publik sebagai pendorong dampak berkelanjutan. Program ini juga selaras dengan kebijakan nasional yang tertuang dalam RPJMN 20252029, khususnya target penurunan emisi gas rumah kaca dan penguatan mitigasi perubahan iklim.
Lamun sebagai Instrumen Pemulihan Ekologis
Sebagai bagian penting dari ekosistem pesisir, lamun berperan dalam menjaga stabilitas kawasan laut dangkal. Daunnya mampu meredam energi gelombang, sementara akarnya mengikat pasir dan sedimen untuk mengurangi abrasi. Selain itu, lamun menjadi habitat penting bagi ikan, penyu, dan beragam biota laut lain yang mendukung rantai ekonomi masyarakat pesisir.
Penanaman 3.000 bibit lamun di Karapyak menjadi langkah strategis yang tidak hanya memulihkan, tetapi juga menjaga keberlangsungan ekosistem laut. Inisiatif ini turut memperkuat potensi wisata bahari berbasis konservasi yang mulai berkembang di kawasan Pangandaran.
Di luar penanaman bibit, pembangunan Rumah Kultivasi Lamun merupakan langkah lanjutan untuk memastikan keberlangsungan program. Rumah ini berfungsi sebagai pusat pembenihan lamun sebelum dipindahkan ke habitat laut. Dengan adanya fasilitas ini, proses regenerasi lamun dapat dilakukan secara teratur, menjadikan program lebih berkelanjutan dan tidak berhenti pada seremoni simbolis.
Model ini juga memberi peluang bagi kelompok masyarakat pesisir untuk terlibat dalam budidaya lamun, membuka potensi pengembangan ekonomi lokal dan lapangan kerja berbasis lingkungan.
Peran Pelanggan dalam Program Ini
Peran pelanggan dalam program ini menjadi elemen pembeda. Melalui penukaran Telkomsel Poin, pelanggan dapat berpartisipasi tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Mekanisme ini menjadikan aksi lingkungan sebagai bagian dari kebiasaan penggunaan layanan telekomunikasi, sebuah konsep yang memperluas jangkauan partisipasi publik.
Telkomsel Poin sendiri dapat ditukar dengan beragam hadiah dan penawaran, tetapi melalui program ini diperluas fungsinya sebagai sarana donasi. Pelanggan diimbau untuk memanfaatkan Poin sebelum masa berlakunya berakhir pada 31 Desember pukul 23.59 WIB.
ESG sebagai Fondasi Bisnis Telkomsel
Telkomsel menegaskan bahwa implementasi prinsip ESG bukan sekadar kewajiban korporasi, melainkan fondasi strategi bisnis jangka panjang. Perusahaan terus memperluas inisiatif keberlanjutan, termasuk konservasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan layanan digital yang inklusif.
Dengan basis pelanggan yang luas serta jaringan digital yang menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia, Telkomsel memiliki daya ungkit besar dalam mengajak publik bergerak bersama menjaga lingkungan.
Program penanaman lamun dan pembangunan Rumah Kultivasi di Pangandaran menjadi bukti bahwa kolaborasi perusahaan, platform sosial, dan masyarakat dapat melahirkan dampak lingkungan yang terukur. Ke depan, Telkomsel akan terus memperkuat kemitraan strategis demi memperluas kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan nasional.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar