
Program Teman Pintar Indonesia: Meningkatkan Literasi Digital Generasi Muda
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui program sosial edukatif dan inspiratif Teman Pintar Indonesia sukses menggelar kegiatan Content Creator Academy (CCA) bertema Level Up Your Digital Life. Selain di Jepara, rangkaian kegiatan turut dilaksanakan di beberapa daerah lainnya, yakni Lampung dan Lombok Timur pada 817 Desember 2025.
Program Teman Pintar Indonesia merupakan bagian dari pilar Education dalam kerangka Tri Karsa Corporate Social Responsibility (CSR) XLSMART yang berfokus pada perluasan akses pendidikan digital, peningkatan literasi teknologi, serta penciptaan sumber daya manusia yang kompeten di era digital, mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) terkait pendidikan berkualitas dan pengurangan kesenjangan. Hadir secara langsung pada pembukaan yang digelar di Jepara (8/12), Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Jepara, Edy Sujatmiko dan Head of Sales XLSMART area Jepara, Heriantoni.
Rangkaian Content Creator Academy ini menjadi bentuk nyata komitmen XLSMART dalam meningkatkan kemampuan, literasi, dan kesadaran digital generasi muda. Melalui program ini, ratusan siswa-siswi sekolah menengah di empat daerah tersebut diajak memahami bagaimana memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan produktif, sehingga tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi juga kreator konten positif di ruang digital.
Group Head Central Region XLSMART, Arif Farhan Budiyanto mengatakan, transformasi digital membuka peluang yang sangat besar bagi generasi muda, namun di saat yang sama juga menghadirkan tantangan baru, mulai dari informasi palsu, perundungan siber, hingga penyalahgunaan data pribadi.
"Melalui Teman Pintar Indonesia, khususnya Content Creator Academy ini, kami ingin membantu para siswa ini agar bisa naik level dalam memanfaatkan teknologi, bukan hanya mahir menggunakan gawai, tetapi juga memahami etika, keamanan, dan budaya digital yang sehat," ujarnya.
Arif menambahkan, literasi digital yang utuh tidak cukup hanya dengan kemampuan teknis. "Kami mendorong peserta untuk memahami empat pilar penting, yakni digital skills, digital ethics, digital safety, dan digital culture. Dengan keterampilan membuat konten, pemahaman etika berkomunikasi, kesadaran menjaga data pribadi, serta kemampuan membangun jejak digital positif, kami percaya generasi muda Indonesia dapat menjadi motor penggerak ekosistem digital yang aman, inklusif, dan produktif."
Sesuai Pilar Literasi Digital
Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti sesi edukasi dan berbagi pengalaman bersama para content creator yang dihadirkan sebagai narasumber dan mentor. Dalam sesi digital skills, peserta dibekali berbagai keterampilan praktis, mulai dari produktivitas digital menggunakan dokumen, presentasi, dan aplikasi edukatif, teknik pembuatan konten cepat seperti reels atau TikTok 15 detik, hingga editing video di ponsel menggunakan aplikasi seperti CapCut atau VN. Peserta juga belajar storytelling digital yang relevan dengan dunia remaja serta cara menemukan dan membangun personal branding di ranah digital.
Pada pilar digital ethics, peserta diajak memahami pentingnya etika berkomunikasi di dunia maya, sikap anti-hoaks, dan kebiasaan berbagi informasi yang bertanggung jawab. Mereka juga diajak berdiskusi mengenai dampak nyata cyberbullying dan ujaran kebencian, serta bagaimana peran generasi muda dalam menghentikan siklus kekerasan berbasis digital dengan menjadi pengguna media sosial yang lebih empatik dan menghargai perbedaan. Pilar digital safety menjadi perhatian penting dalam rangkaian materi.
Peserta diperkenalkan pada konsep keamanan data dan privasi, praktik password hygiene yang baik, serta berbagai modus penipuan digital seperti phishing dan scam yang kerap menyasar pengguna muda. Melalui contoh-contoh kasus yang dekat dengan keseharian siswa, para narasumber memberikan tips praktis agar peserta lebih waspada dan mampu melindungi diri di dunia maya.
Sementara itu, pada pilar digital culture, siswa diajak memahami bahwa setiap aktivitas di internet akan meninggalkan jejak digital yang dapat berdampak jangka panjang terhadap reputasi dan masa depan mereka. Peserta diajak memanfaatkan teknologi untuk kreativitas dan kolaborasi, seperti membuat konten edukatif, menginisiasi kampanye sosial, atau berkolaborasi dalam proyek kreatif bersama teman sebaya. Peran generasi muda sebagai bagian penting dalam ekosistem digital ditekankan melalui ajakan untuk terus menyebarkan konten positif dan inspiratif.
Format Kegiatan yang Interaktif
Format kegiatan memadukan sesi sharing dan edukasi selama kurang lebih 90 menit, dilanjutkan sesi tanya jawab interaktif sekitar 15 menit, serta sesi praktik atau engagement activity yang mendorong peserta mencoba langsung pembuatan konten. Di akhir kegiatan, siswa diajak mengikuti permainan interaktif seperti kuis digital dan tantangan upload konten positif di media sosial. Konten yang dihasilkan peserta menjadi user generated content (UGC) yang turut memperkuat citra positif XLSMART sebagai mitra digital yang peduli pada edukasi dan pemberdayaan generasi muda.
Harapan kami, setelah mengikuti program ini, para siswa tidak berhenti belajar hanya di ruang kelas. Kami ingin mereka termotivasi untuk terus meningkatkan kompetensi digitalnya secara mandiri, berani bereksperimen dengan ide-ide baru, dan konsisten memproduksi konten yang bermanfaat. Jika setiap peserta bisa menghadirkan lebih banyak konten positif di lini masa mereka, maka sedikit demi sedikit kita ikut membersihkan ruang digital dari informasi yang negatif dan menyesatkan, tutup Arif.
XLSMART juga melihat kegiatan ini sebagai wadah interaktif bagi siswa untuk berjejaring dan mendapatkan inspirasi langsung dari para praktisi konten digital. Dengan menghadirkan narasumber yang dekat dengan dunia remaja, diharapkan peserta lebih mudah memahami materi sekaligus melihat peluang karier dan kreativitas di dunia digital, mulai dari content creator, social media specialist, hingga pengembang program edukasi berbasis teknologi.
Tri Karsa CSR XLSMART
Tri Karsa CSR XLSMART merupakan landasan utama program tanggung jawab sosial perusahaan, yaitu:
- Filantropi (Philanthropy), wujud kepedulian XLSMART berfokus pada bantuan kemanusiaan, kesehatan, dan dukungan bagi penyandang disabilitas. Diwujudkan melalui program XLSMART Peduli.
- Pemberdayaan Perempuan (Women Empowerment), berfokus dalam meningkatkan kapasitas, literasi digital, serta peran strategis perempuan dalam pembangunan, sekaligus mendukung pencapaian SDGs di bidang kesetaraan gender, inklusi sosial, dan pemberdayaan ekonomi. Dijalankan melalui program Sisternet, yang mencakup inisiatif seperti Female Future Leader, SheInspire, dan Bunda Pintar.
- Pendidikan (Education), berfokus untuk memperluas akses pendidikan digital, meningkatkan literasi teknologi, dan mencetak sumber daya manusia yang kompeten di era digital, sejalan dengan SDGs terkait pendidikan berkualitas dan pengurangan kesenjangan. Dijalankan melalui program Teman Pintar Indonesia, yang meliputi Gerakan Donasi Kuota, Content Creator Academy, Pesantren Digital, Kelas Cerdas Digital, serta pemberdayaan Teman UMKM.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar