
Pemangkasan suku bunga oleh The Fed mengakibatkan emas melonjak ke level USD 4.286 per troy ounce. Simak prediksi harga emas untuk tahun 2026 berdasarkan analisis terkini.
Ringkasan Utama
- Keputusan The Fed: Suku bunga resmi diturunkan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,50-3,75% pada Desember 2025.
- Respon Pasar: Harga emas dunia (XAU/USD) merespons positif dan kini berada di level USD 4.286,98 per troy ounce.
- Proyeksi Tahun 2026: The Fed memperkirakan hanya akan ada satu kali pemangkasan suku bunga pada tahun 2026.
- Isu Politik: Pergantian Ketua The Fed pada Mei 2026 menjadi faktor ketidakpastian yang perlu diperhatikan.
Keputusan The Fed: Memenuhi Ekspektasi Pasar
Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) akhirnya memenuhi ekspektasi pasar dengan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,50-3,75% dalam pertemuan FOMC, Kamis dini hari (11/12/2025). Keputusan ini langsung memicu reaksi di pasar komoditas. Berdasarkan pantauan grafik teknikal 4 Jam (H4), harga emas dunia (XAU/USD) terpantau stabil dalam tren kenaikan (bullish) dan kini berada di level USD 4.286,98 per troy ounce.
Analisis Teknikal: Tren Bullish Masih Kuat
Melihat grafik pergerakan harga emas timeframe 4 jam (H4), terlihat struktur pasar yang sangat solid:
- Strong Uptrend: Sejak September hingga Desember, emas konsisten membentuk pola Higher High (Puncak Lebih Tinggi) dan Higher Low (Lembah Lebih Tinggi).
- Breakout Level: Harga baru saja menembus area resistensi minor di kisaran 4.270-an dan kini nyaman di level 4.286. Secara teknikal, selama harga bertahan di atas tren garis (trendline) utama, potensi kenaikan menuju USD 4.300 di awal 2026 sangat terbuka lebar.
Fundamental: The Fed Mulai "Ngerem" di 2026?
Meski saat ini bunga turun, investor harus waspada terhadap sinyal "Wait and See" yang dilontarkan Ketua The Fed, Jerome Powell. The Fed mengubah pendekatannya dari pemangkasan agresif menjadi lebih hati-hati karena data ekonomi yang "kabur" akibat government shutdown.
Beberapa poin penting dalam Dot Plot (proyeksi pejabat The Fed) terbaru adalah:
- Tahun 2026: Median pejabat The Fed memperkirakan hanya akan ada satu kali penurunan suku bunga sebesar 25 bps.
- Inflasi: Diperkirakan turun perlahan ke 2,4% pada akhir 2026, namun risiko tarif impor (efek kebijakan Trump) bisa membuat inflasi kembali "lengket".
Faktor X: Pergantian Ketua The Fed Mei 2026
Selain suku bunga, sentimen besar yang akan menggerakkan harga emas di 2026 adalah politik. Masa jabatan Jerome Powell akan berakhir pada Mei 2026. Spekulasi pasar mengarah pada Kevin Hassett (Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih) sebagai calon kuat pengganti Powell dengan peluang 86%. Pergantian kepemimpinan bank sentral biasanya memicu volatilitas tinggi, yang secara historis justru menguntungkan aset safe haven seperti emas.
Kesimpulan
Meskipun The Fed memprediksi perlambatan pemangkasan bunga, kombinasi tren teknikal yang kuat dan ketidakpastian politik di tahun 2026 memberikan sinyal bahwa emas masih menjadi aset yang menarik untuk diakumulasi dalam jangka panjang.
Disclaimer: Artikel ini adalah analisis pasar dan bukan ajakan membeli atau menjual. Segala keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi investor.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar