Laporan Wartawan nurulamin.pro, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Baju yang belum benar-benar kering tetap dipakai, handuk masih lembap digunakan ulang kerap dianggap sepele.
- Ini bisa menjadi pintu masuk berbagai masalah kulit, mulai dari infeksi jamur, bakteri, hingga parasit.
- Udara yang lembap dan tubuh yang mudah berkeringat membuat kulit menjadi lingkungan ideal bagi mikroorganisme berkembang biak.
nurulamin.pro, JAKARTA – Musim hujan sering membuat banyak orang lengah soal kebersihan diri.
Baju yang belum benar-benar kering tetap dipakai, handuk masih lembap digunakan ulang, hingga kebiasaan malas mandi setelah kehujanan kerap dianggap sepele.
Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi pintu masuk berbagai masalah kulit, mulai dari infeksi jamur, bakteri, hingga parasit.
Udara yang lembap dan tubuh yang mudah berkeringat membuat kulit menjadi lingkungan ideal bagi mikroorganisme berkembang biak.
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD Bung Karno Surakarta, dr. Ambar Aliwardani, Sp. DVE, menegaskan bahwa pakaian dan handuk lembap bukan sekadar masalah kenyamanan, tetapi juga kesehatan kulit.
“Tentu saja, pakaian lembab ataupun handuk yang masih basah, juga kita tetap gunakan, menjadi media yang subur sekali untuk pertumbuhan jamur, bahkan bakteri,"ungkap dr. Ambar pada live streaming Healthy Talk di kanal YouTube Tribun Health, Minggu (11/1/2026).
Musim Hujan Bikin Kulit Lebih Rentan Infeksi
Saat musim hujan, kelembapan udara meningkat dan suhu sering terasa lebih panas.
Kondisi ini membuat tubuh mudah berkeringat dan kulit terasa lengket. Jika kebersihan tidak dijaga, area lipatan tubuh menjadi titik rawan masalah.
Dr. Ambar menjelaskan bahwa kombinasi keringat, pakaian basah, dan kebiasaan malas mengganti baju menciptakan lingkungan ideal bagi kuman.
“Kalau musim hujan ini tadi udaranya panas, lengket, keringetan, kita nggak ganti baju atau bahkan malas mandikan area-area yang lembab itu, jadi tempat media untuk tumbuhnya sih bakteri dan jamur tadi,"jelasnya.
Tak hanya jamur dan bakteri, kondisi lembap juga disukai parasit yang bisa memicu infeksi kulit menular.
Risiko Diam-diam dari Handuk Lembap
Kebiasaan meminjam handuk atau bertukar pakaian dengan anggota keluarga atau teman juga sering dianggap aman.
Padahal, risiko penularan infeksi kulit bisa terjadi tanpa disadari.
Handuk lembap yang digunakan bergantian dapat menjadi media perpindahan jamur, bakteri, bahkan parasit dari satu orang ke orang lain.
Terlebih jika salah satu sudah memiliki infeksi kulit tanpa gejala jelas.
Karena itu, penggunaan handuk dan pakaian sebaiknya bersifat personal dan selalu dalam kondisi kering sempurna.
Langkah Pencegahan Sederhana
Untuk mencegah infeksi kulit selama musim hujan, dr. Ambar menyarankan beberapa langkah dasar yang sering dilupakan:
1. Mandi secara rutin, terutama setelah aktivitas yang membuat tubuh berkeringat
2. Segera ganti pakaian yang basah atau lembap
3. Gunakan handuk yang kering dan bersih
4. Hindari memakai handuk atau pakaian secara bergantian
Langkah-langkah sederhana ini penting untuk memutus rantai pertumbuhan dan penularan mikroorganisme di kulit.
Waspadai Tanda Infeksi Kulit yang Tidak Boleh Diabaikan
Infeksi kulit tidak selalu langsung terasa berat di awal. Namun ada tanda-tanda yang menjadi alarm serius dan tidak boleh diabaikan.
Dr. Ambar mengingatkan bahwa kondisi tertentu menandakan infeksi sudah memerlukan penanganan medis.
“Tanda infeksi kulit yang tidak boleh kita abaikan, jika muncul kemerahan yang terasa nyerik, kemudian adanya luka. Yang paling perlu kita perhatikan adalah jika itu sudah menimbulkan gejala sistemik, misalnya sampai demam, ada pusing sakit kepala, atau bahkan sampai mual,"paparnya.
Jika gejala tersebut muncul, infeksi bisa saja sudah menyebar dan tidak cukup ditangani dengan perawatan rumahan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar