
Pekerjaan yang Tidak Biasa di Masa Lalu
Di Inggris, ada satu pekerjaan yang mungkin terdengar sangat aneh dan tidak biasa. Pekerjaan tersebut disebut sebagai "groom of the stool" yang tugasnya menemani raja saat sedang berada di toilet. Meskipun terdengar menjijikkan, pekerjaan ini justru memiliki status yang sangat penting pada masa lalu.
Sejarah Pekerjaan Groom of the Stool
Pada abad ke-16 hingga ke-17, toilet raja Inggris terlihat sangat mewah. Bentuknya adalah kursi empuk dengan lubang yang menyimpan pispot timah dalam sebuah kotak kayu. Kursi itu selalu dibawa-bawa bersama dengan air, handuk, dan mangkuk cuci. Dari 1500-an hingga 1700-an, raja-raja Inggris memilih bangsawan untuk melakukan pekerjaan yang dianggap menjijikkan ini.
Nama pekerjaannya adalah "groom of the stool". Secara harafiah, artinya adalah pelayan pria yang tugasnya membantu raja, terutama dalam urusan pribadi seperti ke toilet, memantau pola makan, dan mengurus keperluan kamar mandi. Namun, pekerjaan ini sebenarnya merupakan kesempatan bergengsi.
Kesempatan Bergengsi
Setiap hari, ketika sang raja duduk di toilet yang empuk dan tertutup beludru, ia pasti akan mengungkapkan rahasia-rahasia yang bisa saja sangat penting. Di bilik itu, sang raja terkadang juga meminta nasihat terbaik, mendengar keluhan dari groom of the stool, hingga mengabarkan berita politik yang berkembang di luar.
Groom of the Stool bertanggung jawab atas semua kegiatan dan urusan kamar tidur raja serta kamar pribadi lainnya. Termasuk memastikan waktu untuk mandi, berpakaian rapi, menata tempat tidurnya, dan memastikan keadaan keuangan raja teratur. Terkadang, mereka bahkan memiliki wewenang untuk membelanjakan uang itu.
Pengaruh dan Keistimewaan
Grooms of the Stool sering ditakuti oleh anggota lain dari pengadilan karena mereka seperti telinga raja yang memegang banyak hal rahasia tentang politik atau pribadi raja. Seiring berjalannya waktu, bangsawan para pendengar curahan hati raja di toilet itu akan mendapat wewenang lebih. Layaknya sekretaris pribadi raja dan dihargai dengan bayaran tinggi.
Mereka juga mendapatkan hak istimewa untuk menginap di istana, memakai pakaian lama penguasa, dan pilihan untuk memiliki perabotan tempat tidur yang digunakan. Tentu saja, groom of the stool berharap dibayar mahal untuk peran semacam itu. Terutama jika mereka benar-benar membersihkan bagian belakang tubuh raja sendiri.
Raja George III dan John Stuart
Meski tidak ada catatan sejarah yang menunjukkan bahwa Groom melakukan itu, hampir pasti mereka membantu raja menanggalkan pakaiannya di setiap kesempatan. Menurut Historic-uk.com, dari raja-raja yang paling menikmati layanan pribadi ini, Raja George III-lah paling banyak mempekerjakan Groom sepanjang masa pemerintahannya. Total ada sembilan, termasuk John Stuart yang kemudian akan menjadi Perdana Menteri Britania Raya, yang pernah jadi “teman curhatnya” di toilet.
Akhir dari Profesi Ini
Profesi sebagai groom of the stool dihapus pada masa Raja Edward VII. Meskipun terdengar aneh, pekerjaan ini memberikan gambaran tentang cara hidup kerajaan Inggris pada masa lalu. Pekerjaan ini menunjukkan bahwa bahkan dalam situasi yang terlihat menjijikkan, ada nilai dan keistimewaan yang diberikan kepada orang-orang yang melakukannya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar