
nurulamin.pro, JAKARTA - Ada beberapa penyebab mengapa harga emas melejit pada awal tahun 2026.
Dilansir dari India Times, harga emas bisa melonjak ke rekor tertinggi setelah Departemen Kehakiman AS mengancam Federal Reserve dengan dakwaan pidana.
Kemudian faktor lain yang membuat harga emas meledak awal tahun 2026 ini adalah meningkatnya protes di Iran sehingga memunculkan ketegangan geopolitik.
Emas batangan naik hingga hampir mencapai $4.600 per ons pada hari Senin.
Hal ini terjadi setelah Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral telah menerima surat panggilan pengadilan dari Departemen Kehakiman terkait kesaksiannya di Kongres pada bulan Juni tentang renovasi kantor pusat Fed.
Langkah ini menandai peningkatan perseteruan Presiden Donald Trump dengan Powell dan juga memperbarui kekhawatiran tentang independensi otoritas moneter.
Sementara itu, protes mematikan di Iran meningkatkan daya tarik logam mulia sebagai aset aman.
Laporan menyebut jika mengacu konflik tersebut, ada kemungkinan Republik Islam digulingkan yang menimbulkan ketidakpastian dalam geopolitik dan pasar minyak.
Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa ia sedang mempertimbangkan berbagai opsi terkait Iran, sambil juga mengulangi ancaman untuk merebut Greenland dan mempertanyakan nilai aliansi NATO.
Ancaman ini dilontarkan Trump hanya lebih dari seminggu setelah menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro.
Ini merupakan pengingat betapa banyaknya ketidakpastian yang dihadapi pasar geopolitik.
"Perdebatan pertumbuhan/suku bunga, dan sekarang pengingat baru yang didorong oleh berita utama tentang premi risiko institusional,” kata Charu Chanana, seorang ahli strategi dari Saxo Markets di Singapura.
Emas baru saja melewati tahun yang mencetak rekor, di mana hampir semua faktor pendukung logam mulia ini bergabung, mulai dari penurunan suku bunga dan meningkatnya ketegangan geopolitik, hingga menurunnya kepercayaan terhadap dolar AS.
Lebih dari selusin manajer investasi mengatakan mereka memilih untuk tidak menarik terlalu banyak uang dari
pasar, karena tetap yakin akan daya tarik emas batangan dalam jangka panjan
Data pekerjaan AS pekan lalu mempertahankan ekspektasi penurunan suku bunga AS lebih lanjut, mendukung logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Laporan ketenagakerjaan AS menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja di bawah perkiraan bulan lalu, mendukung spekulasi bahwa Federal Reserve akan terus memangkas biaya pinjaman untuk mendukung perekonomian.
Hal ini menjadikan emas sangat menarik untuk dibeli karena merupakan aset safe haven.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar