Nasib Sriwijaya FC di Tengah Ketidakpastian Finansial
Nasib Sriwijaya FC, klub sepak bola bersejarah yang pernah mencatatkan prestasi gemilang di pentas nasional, kini sedang berada di ambang kehancuran. Bursa transfer putaran kedua Pegadaian Championship 2025/26 yang seharusnya menjadi momen kebangkitan bagi klub, justru diselimuti oleh ketidakpastian dan kegagalan dalam menemukan solusi finansial yang memadai.
Awalnya, publik mengira bahwa ada harapan besar untuk bangkit ketika isu akuisisi oleh investor baru mulai muncul. Masyarakat berharap bahwa solusi finansial akan membuka jalan bagi Sriwijaya FC untuk merekrut pemain anyar pada awal tahun 2026. Namun, hingga saat ini, tidak ada kabar baik yang datang dari pihak manajemen.
Direktur Kompetisi PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) Berman Limbong SH MH, yang juga merupakan Kuasa Hukum Sriwijaya FC, mengatakan bahwa belum ada informasi terbaru mengenai rencana akuisisi SFC. "Belum ada updatenya," ujarnya saat dikonfirmasi.
Sementara itu, Direktur Olahraga PT SOM Anggoro Prajesta dan Juru Bicara manajemen Sriwijaya FC Muhammad Moeslim belum memberikan penjelasan apapun mengenai situasi terkini klub. Hal ini membuat publik semakin cemas dengan masa depan Sriwijaya FC.
Jeritan Hati Mohammad David
Di tengah sunyi dari pihak manajemen, suara lantang justru datang dari Mohammad David, Wakil Presiden Sriwijaya FC nonaktif. Melalui pesan WhatsApp yang penuh emosi, ia menyampaikan rasa sedih dan kekecewaannya terhadap kondisi klub yang kini terpuruk.
"Tak ada yang peduli dengan klub Sriwijaya FC saat ini. Hanya hinaan dan cacian yang diterima saat ini melalui media sosial. Sedih melihatmu saat ini jatuh di tangan yang tak tepat. Saat ini kebencian yang diterima oleh klub Sriwijaya FC ini tanpa ada solusi dan tergeraknya hati orang-orang untuk menyelamatkanmu."
Ungkapan Mohammad David disertai emoji tangis, seolah menggambarkan luka batin seorang pecinta klub yang kini hanya bisa menatap dari kejauhan. Ia juga membagikan foto mantan Asisten Manajer Tim SFC yang pernah membantu klub dalam babak play-off degradasi musim kompetisi Pegadaian Championship 2024/25 lalu.
"Angkat derajat kami Ya Allah. Izinkan kami berhasil di atas keraguan orang-orang yang telah merendahkan kami, bantu klub Sriwijaya FC ini bangkit dari tangan orang-orang yang mencintai klub ini," tulis Mohammad David.
"Sedih tak ada yang peduli dengan klub bersejarah ini di tempat sendiri. Hanya cacian yang kami dapat. Kami pasrah hanya menunggu mukjizatmu Ya Allah," tulis Mohammad David yang juga Ketua Umum Askot PSSI Palembang dengan emoji sedih melihat nasib Sriwijaya FC.
Mohammad David juga sebelumnya menyesalkan adanya upaya keras yang tidak senang Sriwijaya FC ini yang hanya menghujat. Ia masih berharap bakal ada mukjizat yang bisa mengulurkan pertolongan di masa-masa genting nasib Sriwijaya FC saat ini.
“Akankah Sriwijaya FC menjadi kenangan. Aku cinta SFC. Apapun yang terjadi ingin tetap kuperjuangkan,” tulis David, disertai emoji tangis.

Pamitan getir itu sebelumnya ia sampaikan lewat sebuah video TikTok pada Sabtu (8/11/2025). Dengan suara tertahan, Mohammad David mengakui telah berusaha semaksimal mungkin untuk Sriwijaya FC, sebelum akhirnya memilih melangkah pergi di tengah badai kritik fans dan suporter.
“Saya sudah berusaha sebaik mungkin untuk Sriwijaya FC,” ucapnya lirih.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar