Tidak Hoaks! Bansos Dihentikan Mulai 2026, Siapa yang Masih Dapat?

Tidak Hoaks! Bansos Dihentikan Mulai 2026, Siapa yang Masih Dapat?

Perubahan Kebijakan Bantuan Sosial Tahun 2026

Tahun 2026 menjadi momen penting dalam perubahan kebijakan bantuan sosial (bansos) di Indonesia. Sejumlah program yang sebelumnya dinikmati oleh jutaan masyarakat pada tahun 2025 akan resmi dihentikan. Pemerintah menjelaskan bahwa penghentian ini bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari penataan ulang strategi penanggulangan kemiskinan. Berikut adalah beberapa bansos yang benar-benar dihapus pada 2026.

BLT Kesra Berakhir di Akhir 2025

Salah satu bansos yang paling banyak dibicarakan adalah Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra). Program ini resmi berakhir pada 31 Desember 2025 dan tidak masuk dalam daftar bansos 2026. Pada penyaluran tahap terakhir, penerima manfaat bahkan sempat memperoleh dana rapel hingga Rp900.000. BLT Kesra selama ini menjadi penopang daya beli masyarakat miskin dan rentan, khususnya menjelang pergantian tahun. Namun karena sifatnya sebagai program sementara, BLT Kesra dihentikan sesuai masa berlakunya.

Bansos Beras dan Minyak Tak Lagi Cair

Selain BLT Kesra, bantuan beras dan minyak goreng juga dipastikan tidak dilanjutkan pada 2026. Program ini sebelumnya menyasar 18,27 juta keluarga penerima manfaat pada periode Oktober hingga Desember 2025. Setiap keluarga menerima:

  • Beras 10 kilogram
  • Minyak goreng 2 liter per bulan

Bantuan ini ditujukan untuk menjaga stabilitas harga pangan dan menekan beban rumah tangga. Setelah dinilai mencapai tujuan, pemerintah memutuskan menghentikannya di tahun baru.

BSU Pekerja Resmi Tak Berlanjut

Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja juga termasuk bansos yang resmi dihapus pada 2026. Pada 2025, BSU diberikan sebesar Rp600.000 untuk dua bulan (Juni–Juli) dan dibayarkan sekaligus. Bantuan ini menyasar pekerja dengan gaji maksimal Rp3,5 juta atau di bawah UMP, serta bukan ASN, TNI, atau Polri. BSU bersifat responsif terhadap kondisi ekonomi tertentu, sehingga tidak dirancang sebagai bantuan jangka panjang.

Fokus Baru Bansos 2026: Lansia dan Disabilitas

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan bansos pada 2026 akan lebih selektif dan tepat sasaran. Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyampaikan bahwa bansos ke depan akan diprioritaskan untuk kelompok nonproduktif, seperti:

  • Lansia
  • Penyandang disabilitas
  • Masyarakat yang benar-benar tidak mampu bertahan tanpa bantuan negara

Sementara masyarakat usia produktif tidak lagi diarahkan pada bansos jangka panjang, melainkan pada program pemberdayaan ekonomi. “Mereka yang masih produktif akan kita dorong melalui akses kerja, peluang usaha, pelatihan, dan pengembangan keterampilan,” ujarnya.

Perubahan Strategi Bantuan Sosial

Meski sejumlah bansos besar dihentikan pada 2026, pemerintah menegaskan bahwa bantuan sosial tidak dihapus sepenuhnya. Fokusnya kini bergeser dari bantuan tunai massal menuju pemberdayaan dan perlindungan kelompok paling rentan. Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi agar tidak terjebak kabar simpang siur terkait bansos 2026.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan