
Universitas Muhammadiyah Magelang Kirim Relawan Psikososial ke Aceh Tamiang
Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan dengan menerjunkan tiga dosen relawan psikososial ke Aceh Tamiang. Aksi ini merupakan bagian dari upaya UNIMMA dalam membantu proses pemulihan pascabencana di wilayah yang terdampak parah.
Ketiga relawan tersebut adalah Rayinda Faizah, M.Psi., Psi., Aning Az Zahra, M.A., dan Muhammad Adha Alfarisi, M.Psi., Psi. Mereka merupakan dosen Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) UNIMMA. Para relawan akan menjalankan tugas selama 14 hari, mulai dari tanggal 4 hingga 17 Januari 2026.
Sebelum keberangkatan, Rektor UNIMMA, Dr. Lilik Andriyani, SE., MSI, secara resmi melepas para relawan pada Sabtu (3/1) di Ruang Sidang Rektorat Kampus 2 UNIMMA. Pengiriman relawan ini menjadi bentuk respons UNIMMA pada fase kedua penanganan bencana, yaitu tahap pemulihan pascabencana.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral dan kelembagaan untuk merespons cepat situasi kebencanaan, khususnya di wilayah terdampak parah seperti Aceh Tamiang. Ia menekankan bahwa sebagai bagian dari Muhammadiyah, UNIMMA harus sigap hadir dalam situasi kebencanaan.
"Sebagai bagian dari Muhammadiyah, UNIMMA harus sigap hadir dalam situasi kebencanaan. Aceh Tamiang merupakan salah satu wilayah dengan dampak paling parah, sehingga kehadiran relawan psikososial sangat dibutuhkan. Saya berpesan agar seluruh relawan selalu berhati-hati di lapangan, menjaga kesehatan, namun tetap memberikan pelayanan yang optimal bagi para korban," ujarnya.
Lebih lanjut, Rektor juga mengapresiasi semangat dan dedikasi para relawan yang siap terjun langsung ke lokasi bencana. "Semangat kalian luar biasa. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian ini. Jalin silaturahmi yang baik selama bertugas. Semoga Allah SWT meridai setiap langkah dan memberikan keberkahan atas ikhtiar kemanusiaan ini," tambahnya.
Sementara itu, Rayinda Faizah, M.Psi., Psi., mengungkapkan kesiapan tim untuk memberikan dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya dalam membantu proses pemulihan trauma. "Kami berupaya hadir untuk mendampingi para korban bencana agar dapat bangkit secara psikologis. Dukungan emosional dan pendampingan psikososial menjadi bagian penting dalam fase pemulihan. Semoga kehadiran kami ini dapat memberikan manfaat dan menguatkan masyarakat Aceh Tamiang," tuturnya.
Keberangkatan relawan UNIMMA ini menjadi bagian dari gerakan One Muhammadiyah, One Response (OMOR), sebuah sistem respons kebencanaan Muhammadiyah yang mengintegrasikan seluruh potensi persyarikatan dalam satu komando aksi kemanusiaan. Dalam misi ini, relawan UNIMMA tergabung bersama tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Tengah untuk memberikan layanan terpadu bagi masyarakat terdampak.
Melalui pendelegasian relawan ini, UNIMMA menegaskan perannya tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan Muhammadiyah yang aktif berkontribusi dalam penanganan dan pemulihan pascabencana di berbagai daerah di Indonesia.
Tanggung Jawab Kampus dalam Bencana
UNIMMA telah menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak bencana. Dalam hal ini, kampus tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga berperan dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Hal ini mencerminkan visi Muhammadiyah yang selalu peduli terhadap sesama.
Pemilihan Aceh Tamiang sebagai lokasi bantuan disebabkan oleh tingkat dampak bencana yang sangat besar di wilayah tersebut. Oleh karena itu, kehadiran relawan psikososial sangat diperlukan untuk memastikan masyarakat dapat pulih secara mental dan emosional.
Relawan yang dikirimkan juga melalui proses seleksi ketat dan pelatihan khusus agar mereka siap menghadapi kondisi di lapangan. Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, UNIMMA juga bekerja sama dengan organisasi lain yang memiliki kompetensi dalam penanganan bencana. Kerja sama ini memastikan bahwa semua sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana.
Peran Relawan dalam Pemulihan Trauma
Salah satu aspek utama dari bantuan yang diberikan oleh relawan UNIMMA adalah pemulihan trauma psikologis. Bencana sering kali meninggalkan dampak jangka panjang pada mental dan emosi korban. Oleh karena itu, pendampingan psikososial menjadi sangat penting dalam proses pemulihan.
Relawan psikososial yang diterjunkan memiliki kemampuan khusus dalam memberikan dukungan emosional dan bantuan psikologis kepada masyarakat. Mereka dilatih untuk mengenali tanda-tanda stres pasca-bencana dan memberikan intervensi yang tepat.
Selain itu, relawan juga bertugas untuk membangun hubungan yang baik dengan masyarakat setempat. Hubungan ini penting untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh masyarakat.
Dengan adanya relawan psikososial, diharapkan masyarakat Aceh Tamiang dapat segera bangkit dan kembali normal dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kehadiran relawan juga memberikan rasa aman dan dukungan moral bagi masyarakat yang sedang berjuang melalui masa sulit.
Kesimpulan
Aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh UNIMMA menunjukkan bahwa institusi pendidikan tidak hanya bertanggung jawab dalam bidang akademik, tetapi juga dalam memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat. Melalui program relawan psikososial, UNIMMA membuktikan komitmennya dalam membantu pemulihan pascabencana.
Dengan kerja sama yang baik dengan organisasi lain, UNIMMA mampu memberikan bantuan yang efektif dan berkelanjutan. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi institusi pendidikan lain untuk lebih aktif dalam kegiatan kemanusiaan.
Dengan begitu, UNIMMA tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang luas dan berdampak positif bagi masyarakat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar