Keutamaan Doa Bangun Tidur dalam Kehidupan Seorang Muslim
Dalam Islam, tidur sering diibaratkan sebagai kematian sementara, dan bangun tidur adalah bentuk kebangkitan kecil yang Allah berikan setiap hari. Ketika seseorang terbangun, ia sedang menerima anugerah besar, mendapat kesempatan hidup sekali lagi. Kesempatan untuk memperbaiki kesalahan, menambah amal, dan melanjutkan aktivitas. Karena itu, doa bangun tidur memiliki kedudukan yang sangat penting dalam membangun kesadaran tauhid dan keimanan seorang hamba.
Berikut lima keutamaan doa bangun tidur dan manfaat bagi yang mengamalkan:
1. Mengingat Allah Sejak Bangun Tidur

اَللّٰهُ يَتَوَفَّى الۡاَنۡفُسَ حِيۡنَ مَوۡتِهَا وَالَّتِىۡ لَمۡ تَمُتۡ فِىۡ مَنَامِهَا ۚ فَيُمۡسِكُ الَّتِىۡ قَضٰى عَلَيۡهَا الۡمَوۡتَ وَ يُرۡسِلُ الۡاُخۡرٰٓى اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى ؕ اِنَّ فِىۡ ذٰ لِكَ لَاٰیٰتٍ لِّقَوۡمٍ يَّتَفَكَّرُوۡنَ ٤٢
Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir. (QS Az-Zumar : 42)
Dalam QS Az-Zumar : 42 menjelaskan bahwa jiwa manusia sepenuhnya di bawah kekuasaan Allah, sekalipun sedang tidur. Doa bangun tidur:
اَلْحَمْدُ ِللّٰهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ
"Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada jasadku, telah mengembalikan ruhku, dan mengizinkanku untuk berdzikir kepada-Nya."
Keutamaan utama doa bangun tidur adalah mengingat Allah sejak detik pertama membuka mata. Hal tersebut menunjukkan bahwa seorang Muslim menyadari hidup dan mati berada di tangan Allah. Dengan mengingat-Nya di awal hari, dapat meningkatkan rasa syukur sebelum memulai aktivitas.
2. Bentuk Syukur Paling Awal

Syukur yang dilakukan segera setelah bangun tidur adalah syukur yang murni, karena dilakukan sebelum seseorang menikmati nikmat dunia (makan, berbicara, bekerja). Menurut Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin, syukur di awal hari adalah fondasi ketaatan sepanjang hari, sebab hati telah diikat dengan kesadaran bahwa semua nikmat berasal dari Allah.
3. Pelepasan Ikatan dan Penyucian Jiwa

Setan mengikat di tengkuk kepala seseorang tiga ikatan ketika ia tidur. Jika ia bangun dan mengingat Allah, terlepas satu ikatan…” (HR. Bukhari dan Muslim)
Doa bangun tidur berfungsi sebagai pembersih hamba yang terkena ikatan pada saat tidur. Menurut Imam An-Nawawi, dzikir di pagi hari adalah benteng utama dari kemalasan, pikiran negatif, dan dorongan maksiat. Tanpa dzikir, seseorang cenderung bangun dalam kondisi berat, malas, dan mudah emosi.
4. Pembuka Keberkahan Rezeki

Allah Swt berfirman:
وَاِذۡ تَاَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَٮِٕنۡ شَكَرۡتُمۡ لَاَزِيۡدَنَّـكُم์ وَلَٮِٕنۡ كَفَرۡتُمۡ اِنَّ عَذَابِىۡ لَشَدِيۡدٌ ٧
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat." (QS Ibrahim : 7)
Nikmat yang ditambah bukan hanya harta, tetapi juga: - ketenangan hati - kesehatan - kelapangan waktu - kemudahan urusan
5. Meniatkan Seluruh Aktivitas Menjadi Ibadah

“Segala perkara tergantung niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan memulai hari melalui doa bangun tidur, seseorang meniatkan hidupnya sebagai ibadah sejak detik pertama. Belajar → ibadah, bekerja → ibadah, membantu orang → ibadah. Menurut Imam As-Syafi’i, amal kecil yang disertai niat dan dzikir lebih bernilai daripada amal besar tanpa kesadaran kepada Allah.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar