Tiga Kota Ini Jadi Titik Awal Pemetaan UMKM Perumahan Berbasis Wilayah


JAKARTA, aiotrade
Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman akan segera memetakan UMKM di sektor perumahan berdasarkan wilayah. Pemetaan ini dimulai dari tiga kota yang memiliki potensi besar dalam produksi bahan bangunan dan layanan konstruksi, yaitu Serang, Bogor, serta Semarang–Kendal.

Pernyataan ini disampaikan oleh Maman saat menghadiri pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau dikenal sebagai Ara di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Rabu (10/12/2025). Ia menjelaskan bahwa pihaknya sedang membangun ekosistem rantai pasok UMKM untuk sektor perumahan. Dengan pemetaan ini, UMKM di setiap daerah dapat terhubung langsung dengan kebutuhan pengembang.

Pertemuan ini juga membahas penguatan peran UMKM dalam ekosistem sektor perumahan, termasuk penguatan rantai pasok bahan bangunan, jasa konstruksi, dan industri pendukung pembangunan hunian di seluruh Indonesia. Ara menekankan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam pembangunan perumahan rakyat.

Dia menyatakan bahwa Kementerian PKP terus membuka ruang bagi UMKM untuk berperan lebih besar dalam penyediaan hunian. “Selama kualitas UMKM baik, kita akan sinergikan dengan Kementerian PKP. Kita ingin UMKM menjadi bagian penting dari ekosistem perumahan,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, Ara juga menilai bahwa kompetisi yang sehat antar-UMKM akan berdampak besar pada kualitas pembangunan rumah subsidi maupun rumah umum. “Saya melihat ekosistem UMKM perumahan ini kompetitifnya kuat. Dengan adanya kompetisi yang sehat dan pengembang yang mau memberi kesempatan, rakyat yang paling diuntungkan,” tegasnya.

Skema Pembiayaan KUR Perumahan

Pertemuan ini juga membahas pemanfaatan skema pembiayaan KUR Perumahan, yaitu bentuk kredit UMKM yang kini diarahkan untuk memperkuat peran UMKM dalam pembangunan perumahan nasional. Skema ini dinilai mampu memperluas keterlibatan UMKM dalam penyediaan material, layanan konstruksi, dan pendukung pembangunan hunian.

Ara juga menyoroti contoh pelaku UMKM Angga Wawan yang berhasil berkembang dari UMKM hingga menjadi pengembang sukses. “Kisah Mas Angga Wawan membuktikan UMKM bisa naik kelas. Saya doakan banyak anak muda yang berkembang, asal dekat dengan Tuhan, keluarga, dan punya mentor yang tepat,” tutur Ara.

Kementerian PKP optimistis bahwa sinergi bersama Kementerian UMKM akan mempercepat tumbuhnya UMKM unggul di sektor perumahan, sekaligus memperkuat ekosistem pembangunan perumahan rakyat yang layak, terjangkau, dan berkualitas.

Langkah-Langkah Strategis untuk Penguatan UMKM

Beberapa langkah strategis yang dibahas dalam pertemuan ini antara lain:
Pemetaan UMKM berbasis wilayah untuk memudahkan koordinasi dan penyesuaian kebutuhan lokal
Penguatan rantai pasok bahan bangunan dan jasa konstruksi melalui kolaborasi antar UMKM
Pengembangan skema pembiayaan KUR Perumahan yang lebih efektif dan inklusif
Peningkatan kualitas UMKM melalui pelatihan dan pendampingan
* Penguatan kompetisi sehat antar pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan

Kolaborasi antara Kementerian UMKM dan Kementerian PKP diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan UMKM di sektor perumahan. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan daya saing UMKM, tetapi juga memastikan bahwa pembangunan perumahan rakyat dapat dilakukan secara efisien dan berkelanjutan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan