
Penjelasan Dokter Ahli Kesehatan tentang Tiga Ramuan Herbal untuk Mengatasi Saraf Kejepit
Dr Zaidul Akbar, seorang dokter ahli kesehatan sekaligus pakar ramuan herbal, membagikan tiga resep alami yang dapat membantu mengurangi gejala saraf kejepit. Menurutnya, kondisi ini sering dialami masyarakat akibat gaya hidup yang kurang aktif, postur tubuh yang tidak tepat, atau peradangan pada saraf. Ia menekankan bahwa alam telah menyediakan berbagai bahan alami yang bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan saraf.
“Ramuan sederhana dari dapur kita, insyaAllah bisa membantu meringankan saraf kejepit. Kuncinya adalah rutin dan sabar dalam ikhtiar,” ujarnya.
Berikut adalah tiga cara mengolah ramuan herbal yang direkomendasikan oleh dr Zaidul Akbar:
1. Wedang Jahe, Kunyit, dan Madu
Bahan: - 2 ruas jahe - 2 ruas kunyit - 300 ml air - 1 sdm madu
Cara Membuat: Rebus jahe dan kunyit yang sudah digeprek hingga mendidih, lalu saring. Setelah itu, campurkan madu ketika air masih hangat.
Manfaat: Jahe membantu melancarkan peredaran darah, sedangkan kunyit memiliki sifat antiinflamasi. Madu juga bermanfaat untuk mempercepat proses pemulihan.
2. Rebusan Kayu Manis dan Sereh
Bahan: - 1 batang sereh - 1 sdt kayu manis - 300 ml air
Cara Membuat: Rebus sereh hingga harum, lalu tambahkan bubuk kayu manis.
Manfaat: Ramuan ini membantu mengurangi peradangan dan memberi efek relaksasi pada saraf.
3. Kompres Minyak Kelapa dan Jahe
Bahan: - 2 sdm minyak kelapa - 1 ruas jahe parut
Cara Membuat: Campurkan minyak kelapa dengan sari jahe, lalu oleskan pada bagian yang nyeri.
Manfaat: Kompres ini dapat meredakan ketegangan otot dan mengurangi rasa nyeri lokal.
Meskipun ramuan herbal ini bisa menjadi alternatif pengobatan, dr Zaidul Akbar menegaskan bahwa herbal bukanlah pengganti pengobatan medis. Ia tetap menyarankan penderita saraf kejepit untuk memperbaiki gaya hidup, menjaga pola makan alami, serta berkonsultasi ke dokter jika nyeri semakin berat.
“Herbal itu hanya ikhtiar. Yang utama tetap menjaga tubuh dengan pola hidup sehat. Jangan lupa periksa ke dokter kalau keluhan makin parah,” tutup dr Zaidul Akbar.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar