Tiga Sifat Manusia Menurut Imam Al-Ghazali | Kalam Hati

Memahami Hakikat Diri Manusia

Dalam ceramah yang disampaikan oleh seorang ustaz, para jamaah diajak untuk lebih memahami hakikat diri manusia. Pada kesempatan ini, ustaz tidak hanya menjelaskan manfaat dari gerakan salat terhadap kesehatan tubuh dan ketenangan hati, tetapi juga membahas tiga sifat utama yang terdapat dalam diri manusia menurut pandangan Imam Al-Ghazali.

Tiga Sifat dalam Diri Manusia

Pertama, setiap manusia memiliki sifat syaitan, yaitu dorongan untuk bermaksiat, berbuat dosa, atau mengikuti hawa nafsu yang dapat menjerumuskan. Ketika sifat ini menjadi dominan, seseorang cenderung lalai dan mudah terpancing pada perbuatan yang dilarang oleh Allah. Namun, manusia juga dianugerahi sifat malaikat, yang muncul ketika seseorang rajin beribadah, menjaga salat tepat waktu, senang mengaji, dan gemar bersedekah. Pada saat itu, cahaya kebaikan terasa lebih kuat dalam dirinya.

Sifat ketiga adalah sifat hayawan, yaitu sifat kebinatangan seperti makan, tidur, dan kebutuhan biologis. Ustaz menekankan bahwa sifat ini wajar dimiliki manusia, namun yang memprihatinkan adalah ketika sifat tersebut melebihi batas kemanusiaan. Dengan gaya penyampaian yang tegas namun humoris, beliau memberikan contoh perilaku tercela seperti pelecehan atau kekerasan, sesuatu yang bahkan hewan pun tidak melakukannya. Perilaku semacam ini menunjukkan bahwa kondisi manusia bisa "lebih hewan dari hewan" karena hilangnya akal dan moral.

Kembali kepada Allah

Namun, ustaz tidak berhenti di situ. Beliau menegaskan bahwa setiap manusia pasti pernah berbuat salah, tetapi sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang segera kembali kepada Allah. Di sinilah pintu taubat dibuka lebar. Salah satu tanda taubat diterima adalah lisan yang terbiasa mengucapkan istigfar. Orang yang paling dekat dengan ampunan Allah adalah mereka yang terus meminta ampun, bahkan spontan mengucapkan istigfar ketika kaget atau teringat kesalahan.

Akhir Ceramah yang Menyentuh

Di akhir ceramahnya, ustaz kembali menyapa jamaah dengan senda gurau khasnya, membuat suasana masjid tetap hangat sekaligus penuh hikmah. Melalui ceramah ini, kita diajak untuk mengenali sifat-sifat yang ada dalam diri, memperbaiki yang buruk, menguatkan yang baik, dan memperbanyak istigfar agar hati selalu bersih dan dekat dengan Allah.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan